Musim Hujan Tiba, Waspadai 48 Titik Rawan Banjir di Tanjungpinang

banjir tanjungpinang
Ilustrasi. Seorang pengendara menerobos genangan air di salah satu tiik banjir kawasan Jalan DI Pandjaitan, Tanjungpinang, yang terjadi beberapa waktu lalu. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Musim hujan mulai melanda. Kondisi ini membuat warga Tanjungpinang, khususnya yang tinggal di kawasan rawan banjir merasa was-was.

Berdasarkan data Dinas PUPR, terdapat 48 titik genangan di 22 kawasan dengan total luas genangan mencapai 263,59 hektare.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan akar persoalan banjir di ibu kota Kepri ini tidak lepas dari pembangunan permukiman yang tidak diimbangi dengan infrastruktur drainase yang memadai.

Baca juga: Kuota 100 Siswa, Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Dapat Asrama dan Laptop

“Pertumbuhan kota harus seimbang dengan pembangunan sistem pengendalian banjir. Kalau tidak, kita hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Rabu, 10 September 2025.

Dalam rapat itu, Lis memaparkan strategi penanganan banjir mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Untuk jangka pendek, ia menyatakan akan menormalisasi sungai sepanjang 7,7 km, pembersihan drainase, dan peningkatan kapasitas saluran.

Sementara jangka menengah, dengan pembangunan infrastruktur polder di Puspandari seluas 6,75 hektare, Srikaton Tahap II 2,87 hektare, Kampung Kolam 2,6 hektare, serta pembangunan Bendungan Dompak seluas 70 hektare.

Baca juga: Perbaikan Jalan Amblas Pelantar II Tanjungpinang Gunakan Standar Bangun Jembatan

Kemudian, untuk jangka panjang harus ada pengendalian tata ruang agar pertumbuhan permukiman tidak semakin memperparah banjir.

“Namun, untuk pembebasan lahan menjadi kunci percepatan. Estimasi biaya pembebasan di kawasan Srikaton, Kampung Kolam, dan Nibung Angus mencapai Rp12 miliar–Rp74 miliar, sesuai NJOP,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Pemko juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tanjungpinang selama 24 jam. TRC bertugas mengevakuasi warga, melakukan kaji cepat bencana, hingga membersihkan pascabanjir.

Sarana pendukung seperti perahu karet, tenda pengungsi, velbed, dan paket bantuan darurat juga telah dipersiapkan untuk mengevakuasi korban banjir di Tanjungpinang.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait