“Guru Pendidikan Al-Qur’an juga perlu melakukan check and recheck tetangga kanan-kiri dalam rangka mengetahui siapa saja masyarakat Indonesia yang masih minim literasi baca Al-Qur’annya,” tambah Waryono.
Sebelumnya, Kasubdit Pendidikan Al-Quran Nurul Huda menyatakan bahwa Uji Kompetensi Al-Qur’an dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas literasi membaca Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang jumlahnya hampir 200 ribu.
“Strategi Peningkatan Literasi Baca Al-Qur’an bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan para Kiai yang memiliki otorita dalam menetapkan bahwa seseorang tersebut telah mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, bukan hanya memberikan keterangan syahadah tanpa melakukan uji kompetensi baca Al-Qur’an,” urai Nurul Huda.(*)
Editor : Ags





