Medianesia.id, Tanjungpinang – Mobilitas masyarakat melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang diprediksi meningkat signifikan pada musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KSOP Tanjungpinang menyiagakan 45 armada kapal.
Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Tanjungpinang, Harry Priambodo, mengatakan armada yang disiapkan terdiri dari 2 armada kapal perintis Sabuk Nusantara 48 dan 36.
Kemudian, 37 armada kapal cepat rute Tanjungpinang–Punggur (Batam), serta 6 kapal cepat cadangan untuk rute domestik dan internasional (Malaysia–Singapura).
Baca juga: Cuaca Kepri 5 Desember 2025: Berawan dan Hujan Ringan
Menurut Harry, kepadatan penumpang di Pelabuhan SBP biasanya terjadi pada H-3 hingga H+3 Nataru.
Pada tahun ini, peningkatan diproyeksikan mencapai sekitar tujuh persen, mengingat libur Nataru berdekatan dengan libur sekolah.
“Sekarang anak-anak sedang ujian, jadi besar kemungkinan ada libur sekolah di akhir tahun,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan kapal juga akan menyesuaikan dengan kondisi puncak mobilitas.
Jika pada hari biasa kapal rute Tanjungpinang–Punggur berangkat setiap 30–60 menit, maka saat Nataru kapal akan diberangkatkan segera setelah kapasitas penuh.
Baca juga: Kapal di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Jalani Uji Kelaikan Jelang Nataru
KSOP mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik kapal yang sudah penuh. Penumpang juga diminta mematuhi aturan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Keselamatan adalah prioritas. Jangan memaksakan diri kalau kapal sudah penuh,” tegas Harry.
KSOP juga mengingatkan seluruh agen pelayaran untuk berkoordinasi dengan BMKG sebelum kapal diberangkatkan. Cuaca ekstrem kerap terjadi pada akhir hingga awal tahun.
“Dalam kondisi cuaca buruk, KSOP berhak menunda keberangkatan kapal sampai cuaca membaik,” jelasnya.
Harry menegaskan pihaknya telah menyiapkan pengawasan dan pelayanan maksimal agar mobilitas masyarakat selama Nataru, baik rute antarpulau, antarprovinsi, maupun internasional, berjalan aman, tertib, dan lancar.(Ism)
Editor: Brp





