Medianesia.id, Batam – Pihak kepolisian masih menyelidiki kematian seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), 39 tahun, yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat.
Korban ditemukan dengan kondisi kepala terikat lakban, memunculkan banyak tanda tanya atas penyebab kematiannya.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian kini menjadi kunci penting dalam penyelidikan. Dalam cuplikan video yang diperoleh pada Sabtu (12/7/2025), terlihat penjaga kos beberapa kali mendekati kamar korban pada Selasa (8/7).
Pada pukul 00.27 WIB, penjaga kos yang hanya mengenakan sarung terlihat melintas di depan kamar sambil membawa ponsel.
Ia sempat melirik ke jendela kamar korban. Beberapa detik kemudian, dia kembali dan berdiri di depan kamar selama kurang lebih 18 detik.
Lima jam kemudian, tepatnya pukul 05.20 WIB, penjaga kos kembali mendekati kamar korban. Kali ini ia mengenakan kemeja dan celana pendek sambil membawa sapu. Ia terlihat menengok ke jendela dan bagian bawah pintu kamar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa aksi penjaga kos tersebut adalah tindak lanjut dari permintaan istri korban yang tak bisa menghubungi suaminya sejak malam sebelumnya.
“Istrinya minta tolong penjaga kos untuk mengecek karena ponsel suaminya tak bisa dihubungi,” ujar Kombes Ade Ary seperti ditulis detikcom.
Penyelidikan juga merambah ke kehidupan sosial korban. Polisi telah memeriksa orang-orang terdekat ADP untuk menggali lebih dalam soal aktivitas sehari-hari dan kemungkinan motif di balik kematian tersebut.
“Kami mendalami lingkaran pertemanan korban untuk mengetahui pola kesehariannya hingga peristiwa ini terjadi,” tambah Ade Ary.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan menggandeng psikolog forensik untuk menganalisis profil kepribadian korban.
Langkah ini dianggap penting untuk membangun gambaran utuh tentang latar belakang dan kemungkinan tekanan yang dihadapi korban sebelum meninggal.
Jasad ADP pertama kali ditemukan oleh penjaga kos pada pagi hari, Selasa (8/7), setelah membuka paksa jendela kamar.
Dalam rekaman CCTV lainnya, terlihat dua orang mencoba membuka jendela—penjaga kos dan seorang pria berjaket hijau yang diduga merekam proses evakuasi.
Setelah jendela terbuka, penjaga kos masuk setengah badan ke dalam kamar dan berusaha membuka pintu dari dalam.
Setelah pintu berhasil dibuka, ia menemukan korban sudah tak bernyawa. Tak lama, pria berjaket hijau juga masuk ke kamar dan tampak merekam situasi di dalam.
Setelah proses itu, keduanya meninggalkan kamar korban dalam kondisi pintu terbuka.
Kasus kematian Arya Daru Pangayunan masih terus diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian belum mengungkapkan penyebab kematian secara pasti, namun memastikan bahwa proses investigasi akan dilakukan menyeluruh dengan mengacu pada bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi.(*)
Editor: Brp





