Medianesia.id – Tahun Baru Imlek 2574, dengan shio Kelinci Air diwarnai dengan krisis air yang terjadi Batam.
Pelayanan SPAM Batam, sudah terhenti dua hari disebagian wilayah Kota Batam. Ini menjadi yang terburuk sejak PT Moya Indonesia melakukan pengelolaan air di Batam
Untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga, banyak warga yang harus membeli air galon. Bahkan ada warga yang harus mengambil air di kubangan agar bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.
Hairani, warga Cipta Mandiri mengatakan, kondisi mati air selama dua hari ini adalah yang terparah selama ia menetap di Nongsa.
“Air mati tanpa pemberitahuan, dan ini terjadi dua hari. Benar-benar parah,” ujar Hairani.
Menurut dia, akibat mati air, ia tak bisa melakukan aktivitas di rumah dengan normal, terutama untuk mandi dan cuci baju.
Sementara itu Corparate Communication Air Batam Hilir, Ginda, mengatakan, ada pekerjaan yang menyebabkan
terhentinya suplai air bersih di beberapa kawasan di Kota Batam.
Adapun pekerjaan tersebut adalah penyempurnaan perbaikan variable speed drive (VSD) pada instalasi pengolahan air (IPA) Duriangkang.
“Kondisi inilah yang menyebabkan suplai air dibeberapa wilayah di Batam menjadi terganggu,” ujar Ginda.*





