Medianesia.id, Tanjungpinang-Hampir 2.000 pelajar Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Kepri diabaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Kondisi ini, disebabkan program seragam gratis yang dibuat oleh Pemprov Kepri dibawah kendali Gubernur Kepri, Ansar Ahmad hanya memprioritaskan pelajar SMA/SMK dan SLB.
Lewat APBD TA 2024 ini, Pemprov Kepri akan mengalokasikan anggaran Rp18 miliar yang diperuntukan bagi pengadaan seragm gratis SMA/SMK dan SLB di Provinsi Kepri.
Pemerhati Kebijakan Publik Provinsi Kepri Zamzami A Karim mengatakan, berbicara pelajar Kepri bukanya hanya SMA/SMK dan SLB. Tetapi juga ada Madrasah Aliyah (MA) yang juga merupakan sederajat dengan SMA/SMK.
“UU telah mengamanahkan 20 persen APBD peruntukannya adalah untuk pendidikan. Artinya, semua anak-anak Kepri yang membutuhkan berhak untuk mendapatkan manfaatnya,” ujar Zamzami A Karim, Minggu (12/5) di Tanjungpinang.
Akademisi STISIPOL Tanjungpinang ini juga mengatakan, bagaimana dengan siswa dari MAN atau MA Swasta yang berada di bawah Kemenag?
Apakah mereka juga diperlakukan sama seperti halnya dalam kasus seragam gratis? Secara konsep, ia setuju biaya gratis untuk pendidikan, tapi harus diberlakukan secara adil.





