Medianesia.id, Tanjungpinang – Antusias masyarakat untuk mendaftarkan putra dan putrinya ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kepri meningkat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung, mengungkapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 ini minat pelajar yang mendaftar di SMK melonjak signifikan.
Bahkan, ada salah satu SMK yang pendaftarnya mencapai 2.500 orang.
“Ini membuktikan minat masyarakat tentang pendidikan vokasi ini sudah mulai tinggi,” ungkapnya, Rabu (5/7).
Baca juga : Kadisdik Tegaskan Tidak Ada Lagi ‘Titip Menitip’ Dalam PPDB SMA/SMK
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah peserta didik yang memilih SMK. Salah satunya karena SMK memiliki nilai tambah untuk pengembangan keahlian siswa.
Sehingga, lulusan SMK sudah memiliki keterampilan dan dapat bersaing untuk cepat mendapat pekerjaan ataupun berwirausaha.
“Ini menjadi motivasi kami kedepan untuk menambah sarana prasarana untuk pengembangan pendidikan vokasi di SMK,” kata Andi.
Baca juga : PPDB SMA/SMK Jalur Prestasi, Afirmasi, Perpindahan Orang Tua Berakhir
Selain itu, Agung menambahkan, saat ini PPDB tingkat SMA/SMK/sederajat sedang memasuki tahap pendaftaran ulang. Secara umum, menurutnya pelaksanaaan PPDB 2023 berjalan lancar.
Namun demikian, masih ada saja beberapa sekolah yang mengalami penumpukan pendaftar. Dikarenakan, pola pikir para orang tua yang bersikeras memaksakan putra-putrinya masuk ke sekolah-sekolah tertentu.
“Seperti di Tanjungpinang. Padahal SMA Negeri 7 di zonasi Tanjungpinang Timur masih kekurangan siswa. Sementara, para pendaftar masih membludak di SMA Negeri 1 dan 2,” katanya.
Baca juga : Ketua Komisi IV DPRD Kepri Imbau Orang Tua Hapus Mindset Sekolah Favorit saat PPDB
Selain itu, untuk di wilayah Batam Disdik juga tengah berupaya melakukan pemerataan siswa di sejumlah sekolah. Sebab, ada sekolah yang pendaftarnya membludak, dan ada pula yang masih kekurangan siswa.
“Persoalannya masih sama. Mindset orang tua yang memaksakan anak-anak di sekolah favorit. Padahal, sekarang sudah tidak ada lagi sekolah favorit,” sebutnya.
Penulis : Ism
Editor : Brp





