Medianesia.id, Batam – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyetujui usulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.
KEK ini diharapkan menjadi pusat pariwisata kesehatan terdepan di wilayah tersebut dan akan menarik wisatawan medis dari Singapura dan Malaysia yang mencapai 2 juta orang setiap tahunnya.
Penetapan KEK ini telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.
KEK ini ditargetkan memiliki investasi sebesar Rp6,91 triliun hingga tahun 2032 dan menyerap 105.406 tenaga kerja selama 80 tahun.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam akan dibangun di dua wilayah, yaitu Sekupang dan Nongsa.
Sekupang akan menjadi pusat kesehatan utama dengan rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional Mayapada Apollo Batam, Nursing Academy International, MedTech Park, dan fasilitas lainnya.
Nongsa akan menjadi pusat pariwisata dengan rencana pembangunan Retirement Village & Clinic dan akomodasi penunjang.
Proyek ini melibatkan investor utama seperti Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk mendirikan Rumah Sakit Internasional.
Johanes Tahir, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, menegaskan komitmennya untuk membangun dan mengembangkan KEK tersebut.
Sementara itu, PT Karunia Praja Pesona ditugaskan untuk merealisasikan target pengembangan KEK tersebut untuk lima tahun pertama.
Targetnya adalah investasi sebesar Rp3,3 triliun dan penciptaan lapangan kerja sebanyak 19.740 orang.(*/Brp)
Editor: Brp





