Menjelajahi Keindahan Arsitektur Masjid Unik di Kepulauan Riau

Menjelajahi Keindahan Arsitektur Masjid Unik di Kepulauan Riau
Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak adalah salah satu masjid dengan keunikan arsitekturnya. Foto: dok BP Batam.

Masjid ini menampilkan nuansa Tionghoa yang unik dengan dominasi warna merah dan kuning emas.
Ornamen khas Tionghoa berpadu dengan rangkaian huruf-huruf Arab, menciptakan perpaduan budaya.

Masjid Muhammad Cheng Ho, begitu nama resminya, merupakan simbol toleransi dan kulturasi yang erat antara budaya China, Islam, dan Indonesia.

Masjid Cheng Hoo Batam. Foto: dok Google.com.

Masjid ini dibangun atas prakarsa seorang pengusaha Tionghoa Batam bernama Abi, masjid ini didirikan untuk mengenang sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho dan anak buahnya ke Indonesia. Arsitekturnya terinspirasi dari Masjid Agung Zheng He di Nanjing, China.

Masjid Laksamana Cheng Ho menjadi daya tarik wisata religi di Batam. Keindahan arsitekturnya dan nilai-nilai spiritualnya menarik banyak pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak Batam

Masjid Tanjak, sebuah masjid megah dengan arsitektur unik, berdiri kokoh di Kota Batam. Diresmikan pada tahun 2021, masjid ini menjadi landmark baru dan ikon wisata religi di Batam.

Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak Batam. Foto: dok BP Batam.

Masjid Tanjak dirancang dengan arsitektur yang terinspirasi dari tanjak, sebuah topi adat Melayu. Bentuk atap masjid yang menyerupai tanjak menjadi daya tarik utama, mencerminkan budaya Melayu yang kental di Kepulauan Riau.

Dibangun di atas lahan seluas 15.797 meter persegi, Masjid Tanjak memiliki dua lantai dengan kapasitas total 1.250 jemaah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *