Medianesia.id – Provinsi Kepri terus berupaya untuk mengejar target 1 juta wisatawan mancanegara sampai akhir tahun 2022 ini. Alasan utamanya adalah berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, potensi pariwisata sebagai penambah pendapatan negara masih bisa dioptimalkan dari sektor pariwisata lainnya, yaitu yachter.
Targetnya adalah menarik wisatawan yang memiliki yacht untuk bersedia memarkirkan kapal layarnya di entri-entri point yang ada di perairan Provinsi Kepri diantaranya di Nongsa Point Marina, Lagoi, dan Kepulauan Anambas.
“Informasi dari Pak Dirut NPM Joko Pramono bahwa saat ini terparkir 6.000 yatch di Marina yang ada di Singapura,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Rabu (16/11/2022) di Batam.
Namun diakui Gubernur Ansar, permit masuk untuk kapal yacht ke wilayah perairan Indonesia saat ini masih membutuhkan berbagai dokumen yang harus dilengkapi oleh yachter
“Persoalan regulasi teknis akan coba kita sederhanakan. Kalau menyangkut peraturan di daerah bisa kita kaji dan lakukan inovasi,” tegasnya.
“Namun jika terkait pusat bisa kita fasilitasi agar diberikan kemudahan namun tetap tidak melanggengkan dan wisatawan tetap berwisata dengan aman,” tegasnya lagi.
Sementara itu Direktur Utama PT. Nongsa Terminal Bay Djoko Pramono mengatakan, minat wisatawan mancanegara yang ingin masuk ke perairan Indonesia sangat tinggi. Namun regulasi yang sulit, menjadi penghambat.
Apalagi setelah pandemi ini, minat wisatawan untuk masuk ke Batam terus meningkat ditandai juga dengan semakin banyaknya yatch yang parkir di Nongsa Point Marina dari Januari hingga September 2022 sudah mencapai 300 kapal.
“Sebelum pandemi tahun 2018 ada 1.196 kapal yatch yang sandar disini,” ujar Djoko Pramono.
“Harapannya ditahun mendatang akan semakin banyak kapal yang parkir disini, karena pada 2023 ada 13 agenda boating event yang akan kami selenggarakan. Semoga ini semua dipermudah sehingga recovery pariwisata bisa segera bangkit,” jelasnya.*





