Medianesia.id, Karimun – Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziyah, meresmikan Satpel Balai Latihan Kerja (BLK) Karimun di Jalan Raja Ishak Sei Bati, Kecamatan Tebing, Karimun, Kamis (11/7).
Peresmian ini berlangsung setelah Satpel Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batam juga diresmikan sebelumnya.
Dalam sambutannya, Menaker Ida Fauziyah, menegaskan pembangunan manusia merupakan pilar utama dalam visi Indonesia Emas 2045.
“Kita menghadapi tantangan era industri 4.0 yang tidak mudah, dan harus siap menghadapi revolusi industri yang membawa otomatisasi,” ujarnya.
Menurutnya, revolusi industri ini akan mengakibatkan banyak pekerjaan lama hilang dan menuntut penyesuaian kompetensi yang baru.
Oleh karena itu, transformasi BLK merupakan salah satu dari sembilan lompatan strategis yang sedang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Untuk itu transformasi Balai Latihan Kerja merupakan salah satu dari 9 lompatan yang kami lakukan. Meliputi transformasi strategi Pelatihan BLK secara terstruktur di berbagai aspek” ungkap Menaker Ida Fauziyah.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menambahkan bahwa masalah ketenagakerjaan dan pengangguran masih menjadi perhatian utama di provinsi tersebut.
Ia berharap, pemanfaatan tenaga kerja yang ada dapat menghindari dualisme masalah ini dan justru memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan.
Ansar juga menyebutkan bahwa terdapat enam BLK di Kepri, yaitu dua milik provinsi di Tanjungpinang dan Karimun, tiga milik Kementerian Ketenagakerjaan RI di Bintan, Lingga, dan Batam, serta satu milik Kabupaten Natuna.
Ansar berharap upaya ini bisa melahirkan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing, sehingga dapat menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri.
“Penurunan TPT Kepri pada periode Agustus 2022 hingga Agustus 2023 sebesar 1,43%, menjadikan Kepri provinsi dengan penurunan kedua terbesar di Indonesia,” jelasnya.
Angka pengangguran turun dari 103.700 orang (8,23%) pada Agustus 2022 menjadi 74.300 orang (6,80%) pada Agustus 2023.
Ia juga berpesan agar Disnakertrans Provinsi Kepri dan seluruh stakeholder terkait memberikan prioritas kepada calon peserta dari keluarga miskin, putus sekolah, atau korban PHK.
“Semoga BLKPP Kepri dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan produktivitas terpadu di masa depan,” pungkasnya.
BLK Karimun, yang berada di bawah UPTD Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Disnakertrans Provinsi Kepri.
Pembangunan gedung BLK dimulai pada 2022 dan selesai tahun 2023 dengan menelan anggaran sebesar Rp10 miliar.
Pembangunannya meliputi, bangunan seluas 1.500 meter persegi di atas lahan 1.998 meter persegi.
BLK ini menyediakan pelatihan vokasi di bidang kejuruan las, listrik, elektronika, dan mekatronika.(Adv)
Editor: Brp





