“Saya takjub ada pagoda sedemikian besar, ini bisa menjadi salah satu destinasi religius yang dimiliki oleh Kepri, luar biasa,” ungkapnya.
Menag meminta kepada pengelola Vihara Avalokitesvara agar pagoda ini dapat dibuka untuk umum. Sehingga semua umat bisa menikmati keindahannya.

“Kalau bisa tidak dibuka hanya untuk umat Buddha, tapi biarlah seluruh umat beragama bisa masuk di sini untuk melihat keindahannya, selama bisa menjaga tata aturan, sopan santun dan bagaimana berperilaku di sini,” ucapnya.
Berkenaan dengan keindahan rumah ibadah, Menag mengungkapkan harapannya jika umat agama lain di Kepri juga memiliki rumah ibadah yang indah seperti Vihara Avalokitesvara.
“Seandainya umat agama lain juga memiliki rumah ibadah yang sama (maka) luar biasa, rumah ibadah ini simbol keagamaan dan sekaligus simbol kerukunan di Kepulauan Riau,” ujar Menag.
Pada kesempatan itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan di hadapan umat Buddha bahwa perbedaan bukanlah penghalang rasa persaudaraan antarumat beragama.
“Keyakinan kita atas agama ini tidak boleh menghalangi persaudaraan antara kita, (perbedaan) agama tidak boleh jadi penghalang atas rasa persaudaraan di antara kita, karena saudara berbeda iman adalah saudara dalam kemanusiaan,” tuturnya.





