medianesia.id, Tanjungpinang-Pemprov Kepri melalui Dinas PUPP Kepri menargetkan proyek pipa Jalan D.I Panjaitan, Tanjungpinang tuntas sebelum berakhir kontrak.
“Saat ini, progres sudah pada angka 82 persen,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek, Dona, Minggu (2/12/2023) di Tanjungpinang.
Menurutnya, pekerjaan strategis ini akan berakhir pada 29 Desember 2023 mendatang. Meskipun tinggal menghitung hari, pihaknya optimis pekerjaan selesai sebelum itu.
“Kontraktor terus menggesa pekerjaan infrastruktur strategis ini siang malam. Maka kita optimis, bisa selesaian tepat waktu,” tegasnya.
Diakuinya, kondisi cuaca sekarang ini menjadi faktor penghambat pekerjaan di lapangan. Namun demikian, ini bukan alasan pekerjaan menjadi molor.
“Kita berpacu dengan kondisi cuaca, karena memang curah hujan cukup intens belakangan ini. Namun bukan pekerjaan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ditambahkannya, apabila pekerjaan ini sudah selesai, pihaknya yakin bisa menekan kebocoran pipa milik PDAM Tirta Kepri Tanjungpinang.
“Meskipun belum tuntas semua, setidaknya dengan selesian pekerjaan tahapan awal ini bisa membantu menekan kebocoran pipa.
Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri dari tahun ketahun terus meningkat.
“Jika pada 2020 kebocoran masih pada angka 42 persen, maka pada tahun 2021 lalu menjadi 43,95 persen,” ujar Rudy Chua.
Kondisi ini disebabkanya banyak pipa primer rusak atau bocor. Menurutnya, dari laporan PDAM jumlah produksi adalah 9,4 juta kubik.
Namun yang tersalur hanya pada angka 7,8 juta kubik. Melihat dari angka ini, PDAM kehilangan pendapatan sekitar Rp12 miliar.
“Kami harapkan pekerjaan selesai tepat waktu, sehingga pelayanan PDAM bisa dioptimalkan. Meskipun kenyataanya, Pulau Bintan masih mengalami defisit air baku,” harapnya.(*)
Editor : Ags





