Medianesia.id, Tanjungpinang – Polresta Tanjungpinang membantu evakuasi jasad anak yang ditemukan mengapung di perairan depan taman Gurindam Tanjungpinang yang terjadi kemarin siang 9 Juli 2022 sekitar pukul 11.00 wib.
Korban ditemukan mengapung pertama kali ditemukan salah satu penumpang kapal Marina 2 rute Tanjungpiang – Batam, saat melihat sesosok mayat anak tersebut langsung dilakukan pemberitahuan melalui Radia kesyahbadaran, Minggu (10/07)
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP Awal Sya’ban Harahap mengatakan informasi yang didapat bahwa ada satu mayat anak laki-laki yang terapung di kolam bandar merah Tanjungpinang, yang mana pada saat itu adalah salah satu penumpang kapal yang baru datang dari Batam tujuan Tanjungpinang.
“Dengan adanya informasi tersebut jenazah anak laki laki yang telah diamankan oleh pihak KSOP dan personel Marinir Tanjungpinang dan dibawa ke RSUD Tanjungpinang dengan menggunakan ambulance” jelasnya.
Saat dilakukan evakuasi terhadap korban langsung dilarikan ke RSUD kota Tanjungpinang dan sekira pukul 12.50 wib mayat dibawa ke RS Raja Ahmad Tabib tanjungpinang untuk dilakukan visum.
” pukul 15.00 wib, Orang tua dari jenazah datang Ke RSUP Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang, dan menurut pengakuan orang tua, terakhir kali anaknya keluar dari rumah pada sore hari Jumat tanggal 08 Juli 2022 untuk berpamitan pergi shalat di masjid” terangnya.
Dikatakan Awal, korban berpamitan dengan orang tua akan melaksanakan sholat di masjid namun korban tidak kunjung pulang hingga orang tuanya Mecari korban dan tidak ketemu.
“Orang tuanya sudah mencari bahkan hingga malam tapi korban tidak ketemu” tambahnya.
Menurut pengakuan sang ibu, anjut Awal, dia mendapatkan pesan whatsapp group Dinas Kebersihan kota mengenai berita ditemukan mayat anak laki ditanjungpinang. Mendapatkan informasi tersebut, dia langsung menghubungi Polsek Tanjungpinang Barat dan mengarahkannya untuk menuju ke RS Raja Ahmad Tabib.
“Hasil dari Pemeriksaan Visum terhadap jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasaan di tubuh jenazah, kemungkinan jenazah meninggal dikarenakan lemas saat berenang”, tutupnya. (yuli)





