
Penanggungjawab pengelolaan Rumah Singgah Provinsi Kepri menuturkan, karena selalu penuh, maka ketika ada pasien baru hendak masuk ke Rumah Singgah Jakarta terpaksa harus mengantri.
Bahkan, berdasarkan laporan jumlah antrian yang masuk saat ini sudah mencapai ratusan orang untuk menunggu kamar kosong.
“Artinya fasilitas Rumah Singgah tersebut benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Yosei.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, menginstruksikan seluruh pegawai Rumah Singgah di Batam dan Jakarta agar memberikan layanan yang prima kepada masyarakat yang menginap.
Termasuk memfasilitasi segala kebutuhan dalam pengelolaan Rumah Singgah tersebut.
“Yang sudah baik ini agar dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Karena pada dasarnya tugas utama kita ialah melayani masyarakat,” tegasnya.





