Medianesia.id – Idul Adha, tak asing jika Sate, Rendang Sapi, Gulai Kambing, Tongseng, dan berbagai menu daging lainnya menjadi santapan umum yang bisa kita nikmati bersama dengan keluarga. Menu makanan tersebut, siapa yang bisa menolak untuk memakannya? Jarang dari kita bisa menahan godaan dan malah jadi mengkonsumsi terlalu banyak asupan daging.
Daging sapi dan kambing, yang sudah diolah dengan bumbu dari berbagai rempah khas Indonesia memang akan menjadi sangat lezat. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi daging merah, yang pastinya memiliki kadungan lemak yang tinggi, dapat berisiko menyebabkan efek samping pada kesehatan kita dalam jangka panjang.
Dianjurkan, jika kita ingin memakan daging, harus tetap diimbangi dengan gizi yang cukup dalam porsi yang pas. Kombinasi sayur dan buah sebagai sumber serat, adalah perpaduan yang sempurna.
Apa saja akibat jika tubuh ketika kita terlalu banyak makan daging?
- Bau Mulut
Menurut dr.Karin, mengonsumsi daging terlalu banyak dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis. Kondisi ini bisa terjadi karena daging mengandung banyak protein, yang nantinya akan diubah menjadi benda keton. “Keton inilah yang menjadi biang keladi timbulnya bau mulut,” ungkap dr. Karin.
- Meat sweat
Yakni keadaan ketika orang banjir keringat ketika sedang, atau sesudahnya, menyantap makanan berbahan daging. Kondisi ini disebabkan karena tubuh kita harus mengeluarkan energi ekstra untuk mencerna dan mengolah asupan daging dalam jumlah baru. Hal ini disebut termogenesis yang dapat menaikkan suhu tubuh seseorang.
- Sembelit atau Konstipasi
Sembelit atau konstipasi juga bisa terjadi pada orang yang kebanyakan makan daging. Sebab, daging hampir tidak memiliki serat, sehingga saluran cerna Anda bisa saja “tersumbat”. Parahnya lagi, kehadiran daging di meja makan juga sering bikin orang lupa untuk mengonsumsi sayuran.
- Kolesterol tinggi
Cara pengolahan daging yang tidak tepat, seperti digoreng atau menggunakan banyak santan dapat meningkatkan kadar kolesterol yang ada di dalamnya. Jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, yang akan terjadi kemudian adalah kolesterol tinggi.
“Mengonsumsi daging tinggi lemak dapat meningkatkan berat badan dan kadar kolesterol Anda. Daging yang rendah lemak pun dapat menyebabkan kenaikan berat badan, apalagi bila jumlah yang masuk ke tubuh terlalu banyak
Protein adalah sumber pengan yang paling sulit untuk dicerna, dibandingkan karbohidrat. Jadi tak heran jika tubuh perlu tenaga lebih untuk memastikannya dicerna sempurna. Semua energi yang dibutuhkan ketika mencerna daging membuat tubuh kita kelelahan. Tak heran jika kita akan merasa lesu, kurang konsentrasi dan ngantuk berat setelah makan. Ketika mencerna makanan, tubuh memprioritaskan aliran darah ke usus dibandingkan organ lainnya seperti otak. Hal ini memunculkan kelelahan yang biasanya dirasakan setelah makan dalam jumlah besar.
Yuk kita mulai pola hidup sehat dengan makanan 4 sehat 5 sempurna!





