Medianesia.id, Batam – Mantan Menkopolhukam, Mahfud Md melontarkan kritik pedas terhadap program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Ia mempertanyakan efektivitas program ini dalam membantu rakyat memiliki rumah, dengan menyebut hitungan matematisnya tidak masuk akal.
Mahfud ragu program Tapera dapat membantu rakyat memiliki rumah, bahkan setelah menabung selama 30 tahun. Ia mencontohkan simulasi matematis, pekerja dengan gaji Rp 5 juta per bulan, dipotong 3% gaji untuk Tapera selama 30 tahun, hanya akan mendapatkan Rp 100 juta.
Jumlah tersebut dinilai tidak cukup untuk membeli rumah saat ini, apalagi 30 tahun mendatang.
“Utk orang yg gajinya di atas Rp 10 jt pun dlm 30 tahun akan terkumpul hny sekita Rp 225 jt,” tulis Mahfud di akun media sosialnya.
Mahfud khawatir akumulasi bunga dan imbal hasil Tapera tidak akan signifikan untuk membantu pembelian rumah.
Ia juga mempertanyakan nasib pekerja yang berhenti bekerja sebelum 30 tahun, apakah mereka akan tetap mendapatkan rumah.
Mahfud mendesak pemerintah menjelaskan kebijakan yang menjamin penabung Tapera benar-benar bisa mendapatkan rumah.
Ia menekankan pentingnya penjelasan ini untuk menjawab keraguan dan kekhawatiran publik.
“Apa ada kebijakan yang menjamin para penabung untuk betul-betul dapat rumah? Penjelasan tentang hal ini yang ditunggu publik,” tulis Mahfud MD.(*/Brp)
Editor: Brp





