Medianesia.id, Tanjungpinang – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang selama ini diasumsikan sebagai pencetak ustaz dan ustazah.
Padahal, lembaga pendidikan berbasis keagamaan ini terus bertransformasi menjadi madrasah modern dengan lulusan yang kompeten di berbagai bidang, tidak hanya agama.
Kepala MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiyati, mengatakan madrasah yang berdiri sejak 1991, sebelumnya Pendidikan Guru Agama (PGA), ini tetap menjadikan agama sebagai fondasi utama pendidikan. Namun juga memperkuat pengembangan di bidang akademik dan teknologi.
“Walaupun MAN ini mengunggulkan bidang agama, tapi untuk umum juga tidak kami lupakan. Guru-guru kami terus berjuang meningkatkan kualitas lulusan demi kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai madrasah bernuansa pesantren, MAN Tanjungpinang menerapkan sistem pendidikan terpadu.
Selain belajar di kelas, siswa juga mendapatkan pembinaan agama di asrama. Mereka difokuskan pada tahfiz Al-Quran, fiqih, kitab kuning, hingga penguasaan bahasa asing.
“Di sini siswa bisa memilih belajar reguler atau ikut pembinaan pesantren di asrama,” jelas Ulfah.
Selanjutnya, di sisi prestasi keagamaan, MAN Tanjungpinang masih bisa bersaing. Berbagai prestasi kerap diperoleh para siswa.
Seperti, juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba pidato, kompetisi Bahasa Arab, hingga prestasi lainnya.
Meski demikian, MAN Tanjungpinang kini juga mendorong lahirnya generasi unggul di bidang sains dan teknologi.
Pada 2024, madrasah ini membuka kelas digital. Mulanya satu kelas, kini berkembang menjadi dua kelas.

“Kami ingin ada anak-anak yang nantinya unggul di bidang digital. Sudah ada yang lolos ke tingkat nasional,” kata Ulfah.
Di sisi sarana prasarana, MAN Tanjungpinang terus berbenah demi menciptakan lingkungan belajar nyaman.
Tahun ini, madrasah seluas 17.800 meter persegi itu mendapatkan proyek Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Kementerian PUPR.
Sebanyak 23 gedung seperti ruang kelas, majelis guru, asrama putra-putri, hingga lapangan akan direhabilitasi.
Selain itu, madrasah tersebut baru saja membangun gedung perpustakaan dan laboratorium demi mendukung pembelajaran berbasis riset.
Dimana, perpustakaan MAN Tanjungpinang telah terakreditasi B dan menjadi pusat literasi bagi siswa.
Tak sekadar menonjolkan nuansa religius, 95 persen lulusan MAN Tanjungpinang tercatat berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Mereka juga berkiprah di berbagai profesi strategis.
“Alumni kami ada yang menjadi dokter, tentara, politikus, bahkan masih banyak profesi lainnya. Bahkan Ketua DPRD Kepri saat ini adalah lulusan MAN Tanjungpinang. Jadi lulusan madrasah ini tidak hanya menjadi ustaz dan ustazah saja,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, MAN Tanjungpinang bertekad menjadi madrasah modern yang mampu melahirkan generasi qurani sekaligus berdaya saing global.
“Kami ingin menggugah minat masyarakat, bahwa lulusan madrasah punya kesempatan yang sama untuk mengisi ruang-ruang penting bangsa,” tutup Kepala MAN Tanjungpinang.(Ism)
Editor: Brp





