Medianesia, Batam – Arne Slot tak menutup-nutupi kekecewaannya usai Liverpool kalah dari Brentford di Stadion Gtech, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB.
Kekalahan ini jadi yang keempat beruntun di liga hasil yang jelas bikin suasana ruang ganti memanas.
“Kami tidak melakukan hal-hal dasar dengan benar di babak pertama dan sebagian babak kedua,” ujar Slot kepada TNT Sports.
Baca juga: Liverpool Gagal Comeback, Brentford Amankan Tiga Poin di Kandang
“Mereka lebih unggul di duel, lebih cepat menyambar bola kedua. Kalau seperti itu melawan Brentford, hasilnya sudah bisa ditebak,” tambahnya.
Manajer asal Belanda itu bahkan menyebut kekalahan kali ini sebagai yang paling buruk di antara empat laga terakhir.
“Kami tidak pernah benar-benar terlihat akan mendapatkan hasil,” tambahnya.
Padahal, beberapa hari sebelumnya The Reds sempat menang di Frankfurt yang sempat membangkitkan harapan.
Tapi di London Barat, semua itu hilang. Brentford tampil agresif dan terus menekan pertahanan Liverpool yang rapuh.
Laga baru berjalan lima menit ketika Brentford unggul lebih dulu. Lemparan jauh Michael Kayode menciptakan kekacauan di kotak penalti, disambut sundulan Kristoffer Ajer, dan akhirnya diselesaikan Dango Ouattara dari jarak dekat.
Baca juga: Maguire Jadi Pahlawan, MU Bungkam Liverpool di Anfield
Liverpool terlihat kewalahan menghadapi gaya bermain langsung tuan rumah. Kecepatan Kevin Schade membuat barisan belakang mereka terus tertekan.
Menjelang akhir babak pertama, Schade menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Mikkel Damsgaard dan menaklukkan Giorgi Mamardashvili.
Harapan Liverpool sempat muncul di masa injury time babak pertama. Milos Kerkez menyambut umpan rendah Conor Bradley dengan sundulan yang memperkecil skor jadi 2–1. Tapi itu cuma jadi momen singkat sebelum Brentford kembali mendominasi.
Awal babak kedua, Brentford menambah keunggulan lewat penalti Igor Thiago setelah Virgil van Dijk dianggap melanggar Ouattara di garis kotak penalti.
Liverpool mencoba bangkit. Slot memasukkan pemain cadangan dan mengubah formasi lebih menyerang dengan Federico Chiesa dan Florian Wirtz di sisi sayap, mendukung Mohamed Salah. Namun, meski banyak menguasai bola, peluang berbahaya tetap jarang muncul.
Menjelang akhir laga, Salah memperkecil ketertinggalan lewat tendangan keras yang membentur mistar sebelum masuk ke gawang. Sayangnya, gol Premier League pertamanya sejak September itu datang terlambat.
Baca juga: El Clasico: Madrid Incar 7 Kemenangan Beruntun, Barca Tak Mau Kalah
Kekalahan ini membuat Liverpool kini sudah kalah sebanyak musim lalu, dengan 14 gol bersarang dalam sembilan pertandingan.
Arne Slot kini punya pekerjaan berat, yakni memperbaiki pertahanan yang kehilangan stabilitas dan kepercayaan diri dalam beberapa bulan terakhir.(*)
Editor: Brp





