Menurutnya, limbah minyak hitam tersebut berasal dari pencucian Kapal Tanker yang dibuang ke laut dan terbawa arus hingga ke pantai Bintan.
Ia pun menekankan, perlu adanya penyelesaian masalah ini melalui kerjasama antar negara.
“Tim dari kementerian sudah turun untuk mengecekkan, tapi belum ada langkah konkret untuk penanganan maupun pencegahan,” terangnya.
Bupati berharap ada solusi permanen secepatnya di tahun ini. Pencemaran limbah ini tidak hanya merugikan pengelola objek wisata, tetapi juga pengunjung dan merusak keindahan alam Bintan.
“Semoga ada solusi permanen dan masalah ini tidak berkelanjutan lagi,” harapnya. (Ism)
Editor : Brp





