Medianesia.id, Jakarta – Pemesanan tiket mudik oleh masyarakat mulai mengalami peningkatan meski Lebaran masih beberapa pekan lagi.
Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia, Ferry Shelvy Arifin mengungkapkan moda penyeberangan lintasan paling favorit terdapat pada rute Bakauheni-Merak, Ketapang-Gilimanuk.
Ada juga Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau, Tanjung Api-api-Tanjung Kelian, Bajoe-Kolaka, Ajibata-Ambarita.
Selain itu, terdapat tambahan rute favorit lainnya yakni Ciwandan-Bakauheni, dan Ciwandan – Panjang.
Dua rute terakhir tersebut tambahan pelabuhan yang akan dioperasikan dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2023, jelas Shelvy dalam keterangan resminya, Sabtu (25/3/2023). .
Ia menjelaskan, jika pemesanan reservasi tiket Ferizy pada mudik tahun lalu masih dibawah 5 persen pada periode H-28, maka pada tahun ini naik 10 persen dan terus meningkat.
“Alhamdulillah masyarakat semakin teredukasi, untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal, sehingga lebih tertib, lancar, dan nyaman, khususnya di saat puncak arus baik mudik maupun balik,” ujarnya.
Menurut Shelvy, sejak ASDP menerapkan pembelian tiket via Ferizy, hal tersebut membuat pergerakan kendaraan di dalam pelabuhan lebih merata dan waktu tunggu lebih singkat.
“Sebelum pemberlakuan Ferizy, arus kedatangan pengguna jasa saat golden time atau muatan puncak telah menyebabkan antrean kendaraan baik di jalan masuk maupun di pelabuhan,” katanya.
Namun, lanjut dia, setelah dilakukan pengaturan Ferizy, arus kedatangan pengguna jasa terdistribusi secara merata sesuai jadwal yang dipilih oleh pengguna jasa, serta sesuai dengan kapasitas daya tampung pelabuhan dan kapasitas angkut kapal.
“Dengan Ferizy, ASDP menjual tiket sesuai kuota dalam jumlah yang sama setiap harinya atau trafik terbagi rata sesuai konsep meratakan kurva,” ucapnya.
ASDP menerapkan pembelian tiket online yang dapat dilakukan H-60 sebelum keberangkatan melalui web reservasi diwww.ferizy.com, aplikasi di Android dan IOS, dan gerai retail seperti Alfamart, Indomaret, Agen BRILink, dan lainnya.
Sementara, pembayarannya dapat dilakukan melalui cara transfer antarbank, e-wallet, gerai retail, internet banking, dan lainnya.
ASDP meminta kepada pengguna jasa yang telah membeli tiket untuk mengatur waktu di hari H agar tidak terlambat dan melakukan check in dua jam sebelumnya.
Pasalnya, tiket tidak akan berlaku jika melewati waktu jadwal masuk pelabuhan. Apabila tiba di pelabuhan belum bertiket, maka kendaraan akan diputar balik keluar pelabuhan.
“Jangan lupa saat membeli tiket via online, pastikan pengguna jasa mengisi daftar penumpang dalam kendaraan secara tepat dan lengkap (manifest), termasuk data kendaraannya. Ini penting terkait hak asuransi setiap penumpang dan memperlancar proses perjalanan,” tutur Shelvy.
Dia menyatakan, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh masyarakat sebelum mudik dengan penyeberangan kapal.
Pertama, tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa bisa melakukan pembelian tiket melalui Aplikasi Ferizy khususnya di lintas Merak-Bakauheni, dan Ketapang-Gilimanuk.
Kedua, tiket juga sudah mulai dipesan sejak H-60 keberangkatan.
Ketiga, calon penumpang wajib bertiket H-1 dari tanggal keberangkatan.
Sebagai informasi, pada moda penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (persero) telah menyiapkan alat produksi pada delapan lintasan terpantau sebanyak 51 dermaga (42 dermaga ASDP, 2 dermaga UPT, dan 7 dermaga Pelindo), kapal siap beroperasi sebanyak 213 unit diantaranya 50 unit kapal ASDP, 160 unit kapal reguler non ASDP, dan 1 unit kapal Pelni.
Penulis: Brp
Editor: Brp





