Medianesia.id, Tanjungpinang – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau terus berinovasi dalam menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri.
Selain mengandalkan kalender event nasional dan internasional, Dispar juga mulai melirik potensi baru yang belum banyak digarap. Yakni, memanfaatkan jalur pelayaran Selat Malaka dan kru kapal yang labuh jangkar disana.
“Selat Malaka merupakan salah satu dari 10 chokepoint penting dalam jalur pelayaran dunia. Kami melihat potensi besar dari kru kapal atau ABK yang singgah di wilayah perairan Kepri,” kata Kepala Dispar Kepri, Hasan, di Tanjungpinang, Jumat, 4 Juli 2025.
Hasan menyebut, dari satu kapal yang labuh jangkar, bisa ada 10 hingga 15 orang kru yang tertarik turun ke darat untuk berwisata.
Oleh karena itu, pihaknya kini tengah merumuskan skema agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan travel agent dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Ini menjadi peluang baru bagi Kepri, apalagi lokasi kita sangat strategis dengan ribuan kapal yang labuh jangkar di wilayah Kepri,” jelasnya.
Tahun ini, Pemerintah pusat menargetkan 2,4 juta kunjungan wisman dan 4 juta kunjungan wisnus ke Provinsi Kepri. Target tersebut diproyeksikan mendatangkan perputaran uang hingga Rp17 triliun, terdiri dari Rp10 triliun dari wisman dan Rp7 triliun dari wisnus.
“Proyeksi spending money wisman sekitar rata-rata 296 dolar AS per kunjungan, sedangkan wisnus rata-rata membelanjakan Rp2,2 juta per orang. Ini angka yang signifikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hasan.
Untuk mendukung target tersebut, Hasan menegaskan bahwa Kepri sudah sangat siap dari sisi akomodasi. Tercatat, jumlah tempat tidur hotel mencapai 31.105 unit, dengan total kamar 23.028 unit.
Namun, untuk mencapai target tersebu masih ada tantangan. Hingga Mei 2025, kunjungan wisman tercatat sebanyak 711.683 orang, dan wisnus sebanyak 1.717.790 orang.
Rata-rata lama tinggal wisatawan baru 1 malam, dengan tingkat hunian kamar 46,09 persen. Padahal, untuk mencapai target belanja, wisatawan perlu tinggal minimal 2 hingga 3 malam.
“Untuk itu, kami akan terus mendatangkan event berskala nasional untuk menarik wisnus dan event internasional untuk mendongkrak kunjungan wisman,” kata Hasan.
Ia menambahkan, beberapa agenda strategis sudah dijadwalkan, antara lain Explore Kepri Jilid 2 di Batam pada 14–16 Juli 2025, yang akan melibatkan 70 fotografer dari berbagai daerah. Event ini ditujukan untuk menghasilkan materi promosi visual destinasi wisata Kepri.
Kemudian, Event Internasional Pesona Budaya Bahari pada 28–31 Oktober 2025, Sail to Indonesia 2025 yang berlangsung Juli hingga Oktober, serta berbagai event lainnya.
“Event-event ini kami rancang untuk memperkuat branding Kepri sebagai destinasi wisata bahari dan budaya unggulan di Indonesia,” pungkas Hasan. (Ism)
Editor: Brp





