Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri sepanjang Januari hingga April 2025 mencapai 535.317 orang.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebanyak 480.225 kunjungan.
Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyatakan kenaikan jumlah wisatawan ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam membangkitkan kembali pariwisata pasca pandemi.
“Peningkatan kunjungan wisman ini merupakan kerja keras pemerintah daerah bersama semua stakeholder dalam rangka memulihkan sektor pariwisata Kepri setelah terdampak pandemi COVID-19,” ujar Margaretha dalam keterangan pers, Senin, 2 Juni 2025.
Tren positif ini semakin terlihat bila dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya. Pada Januari–April 2023, jumlah kunjungan wisman mencapai 456.740 orang, sementara pada tahun 2022 hanya 13.862 orang. Bahkan, pada masa puncak pandemi di tahun 2021, jumlah kunjungan hanya tercatat 1.110 orang, jauh di bawah angka tahun 2020 yang masih mencapai 404.917 kunjungan.
Margaretha juga menjelaskan bahwa untuk bulan April 2025 saja, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 126.833 orang, atau mengalami penurunan sebesar 1,60 persen dibandingkan bulan Maret 2025 yang mencapai 128.891 orang. Meski terjadi penurunan tipis, wisatawan asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Kepri dengan jumlah 58.082 orang.
Selain dari Singapura, jumlah kunjungan terbanyak berasal dari Malaysia sebanyak 27.271 orang, lalu Tiongkok 6.198 orang, India 4.210 orang, dan Filipina 2.673 orang.
Negara-negara lain yang turut menyumbang angka kunjungan antara lain Inggris sebanyak 1.888 orang, Australia 1.762 orang, Jepang 1.240 orang, Amerika Serikat 1.113 orang, serta Korea Selatan 1.044 orang. Adapun kunjungan dari negara-negara lainnya tercatat sebanyak 21.352 orang.
Data ini menunjukkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau tetap menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia, khususnya dari kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. (Ism)
Editor: Brp





