Krisis Air Bersih di Pulau Bintan, DPRD Kepri Desak PDAM Cari Sumber Air Baru

sumber air baru
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ismiyati, mendesak PDAM Tirta Kepri segera mencari dan mengembangkan sumber air baku baru. Foto: Mhd/Medianesia

Medianesia.id, Tanjungpinang – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ismiyati, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri segera mencari dan mengembangkan sumber air baku baru guna memenuhi kebutuhan air bersih warga Pulau Bintan, khususnya di Kota Tanjungpinang.

Menurut Ismiyati, Kabupaten Bintan masih memiliki potensi besar daerah tangkapan air hujan yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi ini dinilai ironis, mengingat keluhan masyarakat terkait keterbatasan pasokan air bersih masih kerap terjadi.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Tanjungpinang Mulai Alami Krisis Air Bersih

“Ya harus mencari lagi, untuk memenuhi kebutuhan yang ada di Tanjungpinang dan Bintan,” kata Ismiyati, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menegaskan, keterbatasan sumber air baku menjadi salah satu penyebab utama masih banyaknya warga yang belum terlayani PDAM, meski sudah masuk daftar calon pelanggan.

“Jadi masih banyak pelanggan yang harusnya bisa terlayani air, jadinya tidak bisa karena sumber air yang masih kurang,” tambahnya.

Baca juga: Soal Sampah Jadi Perhatian Presiden Prabowo, Batam Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Ismiyati mengakui, secara geografis Kota Tanjungpinang relatif sulit untuk membangun waduk baru.

Namun, kondisi tersebut tidak berlaku bagi wilayah Kabupaten Bintan yang masih memiliki banyak kawasan resapan air.

“Kalau bintan masih banyak daerah penangkap hujan, bisa dibuat sumber sumber air,” sebutnya.

Baca juga: Modus Ketuk Rumah Kosong, Lima Pelaku Curat Ditangkap Polisi di Batam

Ia mendorong PDAM Tirta Kepri agar tidak hanya bergantung pada waduk yang ada saat ini, tetapi mulai merancang langkah jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih seiring pertumbuhan penduduk.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 4.000 calon pelanggan di Tanjungpinang yang masih masuk dalam daftar tunggu (waiting list) dan belum bisa dilayani.

“Masih ada sekitar 4.000 calon pelanggan yang antre karena keterbatasan jaringan pipa dan debit air,” ungkapnya.

Baca juga: Produsen Teh Prendjak Hengkang dari Tanjungpinang, Cermin Lemahnya Iklim Usaha?

Selain keterbatasan sumber air, kondisi jaringan pipa yang sudah tua juga menjadi kendala utama dalam pendistribusian air bersih secara maksimal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Tirta Kepri berharap adanya dukungan anggaran dari APBD Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, terutama untuk peremajaan jaringan pipa dan peningkatan kapasitas layanan.

“Kami sangat mengharapkan dukungan APBD Kepri untuk penggantian pipa-pipa lama, agar jangkauan layanan dan debit air bisa ditingkatkan,” pungkasnya.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait