Pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2023 mencapai 7,04%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri (5,2%) dan nasional (5,05%).
“Capaian pertumbuhan ekonomi Batam pada 2023 itu terjadi peningkatan dibandingkan pertumbuhan ekonomi Batam pada 2022 yang diangka 6,84 persen,” jelasnya.
Pada triwulan 1 tahun 2023, realisasi investasi di Batam mencapai Rp7,44 triliun, meningkat dibandingkan triwulan 1 tahun 2022 sebesar Rp3,9 triliun.
Ia memaparkan Batam dikembangkan sebagai daerah industri, perdagangan/jasa, alihkapal dan pariwisata, Batam tidak memiliki hasil bumi maupun tambang dan hanya mengandalkan letaknya yang strategis.
“Batam dikembangkan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Exhibition, Convention) dan mengandalkan pajak dan retribusi daerah untuk pembangunan infrastruktur dan melaksanakan kegiatan lainnya,” paparnya.
Jefridin menjelaskan bahwa kebijakan Wali Kota Batam tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga bagaimana kelompok masyarakat dapat bersinergi.
Koordinasi yang baik antara Pemko Batam dengan Forkopimda dan pembentukan forum koordinasi RT/RW serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi kunci dalam menangani konflik sosial di Batam.





