Komisi V DPR RI Berharap Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Dimulai 2022

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae (Foto: Medianesia.id/Iman Suryanto)

Medianesia.id, Batam – Sebagi bentuk peninjauan sarana dan prasarana infrastruktur di wilayah Indonesia, Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke Batam, Provinsi Kepri pada Senin (4/10/2021) pagi.

Komisi V yang dipimpin oleh Ridwan Bae tersebut, membawa 15 Anggota Komisi dan secara langsung mengelar rapat terbuka dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta sejumlah Kepala Daerah yang ada di Provinsi Kepri di Hotel Best Western Premier Panbil.

Dimana salah satu sorotan dari kunjungan Komisi V DPR RI tersebut adalah progres proyek KPBU Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Mengingat, jembatan yang menghubungkan beberapa pulau (Batam-Tanjung Sauh-Buau-Tanjung Uban) ini, memiliki spesifikasi 14,74 Kilometer (km) untuk total panjang, dan dengan panjang jalan sejauh 7,06 km ini, nantinya diharapkan bisa mempercepat pemerataan perekonomian dan pembangunan di kedua pulau.

“Kami sangat mengapresiasikan kunjungan kerja Komisi 5 ke Kepri ini. Khususnya percepatan pembangunan jembatan Babin yang memang sejak 2010 sudah direncanakan dan pernah masuk ke Greenbook-nya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” jelas Ansar disela-sela kunjungan kerja tersebut.

Akan tetapi, tambahnya, perkembangnya sempat mengalami ‘jalan ditempat’. Untuk itu, dengan kehadiran Komisi V DPR RI ini menjadi sebuah tanda progres pembangunan Jembatan Babin ini bisa dilanjutkan dan digesa kembali.

Orang nomor satu di Provinsi Kepri ini juga menegaskan, semua progres dan persyarataan yang dibutuhkan sudah dilaksanakan. Begitu juga kebutuhan anggarannya yang menjadpai kurang lebih Rp 50 Miliar.

“Jumlah anggarannya kurang lebih mencapai Rp50 Miliar. Mulai dari pembebasan lahan, survei batimetri hingga FS. Dan semuanya menjadi tanggungjawab kita. Dan insya allah di akhir November 2021 ini, sudah selesai dan akan kita serahkan dokumennya ke Kementerian PU.
Dan mudah-mudahan pembangunannya bisa lebih cepat lagi,” tegasnya lagi.

Sementar itu, Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengaku kunjungan kerja yang dilakukan tersebut, terbilang disengaja guna melihat secara langsung berbagai persoalan diproses pembangunan Jembatan penghubung antara Batam dan Bintan ini.

“Kami melihat, begitu besar potensi Kepri ini. Jadi salah satu yang bisa mendorong perekonomian Kepri adalah adalah jembatan penghubungi ini. Oleh karenanya, temen-temen di komisi 5 memberikan dukungan yang cukup besar dalam pembanguan ini. Terlebih lagi, semangat dari Gubernur Ansar yang begitu besar dalam mengangkat harkat dan martabat di Kepri begitu besar,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap, sebelum 2022 proyek pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini bisa berjalan. “Harapannya 2022 sudah berjalan proyeknya. Sehingga dalam beberapa tahun kedepan atau sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur Ansar sudah selesai,” tegasnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *