“Saya semangat lagi, tidak peduli siang atau malam. Saya akan buktikan bahwa penghasilan saya bisa puluhan juta,” katanya dengan tekad kuat.
Dalam beberapa bulan, Naim berhasil mendapatkan nasabah, dan pada tahun 1997, ia pulang ke Banyuwangi dengan membawa kesuksesan.
Mobil dan toko sembako di rumah orangtuanya adalah bukti nyata hasil kerja kerasnya.
Pada tahun 2000, Naim menjadi manajer termuda di perusahaan asuransi. Namun, ambisi lebih tinggi mendorongnya untuk memiliki bisnis sendiri. Selain bekerja di asuransi, Naim juga sukses sebagai marketing alat peraga sekolah.
Penghasilannya yang besar memicu keputusan berani untuk fokus pada perusahaan alat peraga sekolah.
Dalam beberapa tahun, Naim merasa dikhianati dan memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri.
Meski sukses, Naim menghadapi ujian berat pada tahun 2019. Ditipu sebesar Rp1,35 miliar di Kalimantan, ia terpaksa menjual salah satu aset hotelnya untuk melunasi hutang. Namun, dengan dukungan istri dan orang tua, Naim bangkit kembali.
Kini, Muhammad Naim sukses menjadi pengusaha dengan beragam bisnis seperti Fariz Hotel, Fariz Resto, pusat oleh-oleh, dan warung makan Luweng Pedes.
Rahasianya? Dukungan dan doa dari orang tua serta keteguhan hati untuk terus mencoba, meski dihadapkan pada kesulitan dan orang-orang yang tidak baik niatnya.(*/Brp)
Editor: Brp





