Medianesia.id, Batam – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Widiastadi Nugroho yang membidani infrastruktur dan pembangunan mendesak Pemprov Kepri bergegas melakukan perbaikan Jalan S Parman Piayu, Batam yang rusak.
“Pemprov Kepri sudah memplot anggaran Rp3 miliar, maka harus bergegas melakukan lelang,” ujar Widiastadi Nugroho, Senin (27/3/2023).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan, kerusakan Jalan S Parman Piayu, Batam tersebut masuk dalam kategori bencana.
Baca Juga : Tuntaskan Persoalan Banjir di Batam, Komisi III Dorong Gubernur Bertindak
“Karena longsor yang terjadi disebagian Jalan S Parman yang merupakan Jalan Provinsi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Ditegaskannya, menyikapi kondisi ini, Pemprov Kepri sebenarnya bisa menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) Pemprov Kepri. Mengingat peristiwa ini, sudah masuk kategori bencana.
“Jalan S Parman merupakan satu-satunya akses menuju Piayu Laut. Tentu jalan alternatif sekarang ini, sifatnya sementara. Karena tidak semua jenis kenderaan bisa melintas,” jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga : Pengawasan Internal Lemah, Ketua Komisi III Kritisi Dua Tahun Kepemimpinan Gubernur Ansar
Ia mengharapkan Pemprov Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri bergegas mengajukan lelang. Sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.
“Diharapkan jangan sampai terjadi gagal lelang, karena apabila terjadi, maka perbaikan akan molor,” tutup Widiastadi Nugroho.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Pemprov Kepri sudah memplot anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan kerusakan Jalan S Parman, Piayu. Atas dasar itu, ia meminta proses lelang disegerakan.
Baca Juga : Ketua Komisi III Tuding Pemprov Tidak Serius, Tuntaskan Perbaikan Jalan Provinsi di Batam
“Untuk perbaikan kerusakan tersebut kita sudah plot anggaran Rp3 miliar di APBD TA 2023 ini,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (27/3)
Menurut Gubernur, kerusakan jalan yang menyebabkan terjadi longsor tersebut menjadi atensi Pemprov Kepri. Ia berharap, proses lelang segera tuntas.
Sehingga pekerjaan bisa langsung dilakukan beberapa waktu kedepan. Karena itu, merupakan satu-satunya akses menuju Piayu.
Baca Juga : Respon Laporan Warga, Komisi III Tinjau Saluran Air di Legenda Bali
“Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh peristiwa alam. Dan ini diluar keinginan kita tentunya, kami harap masyarakat bersabar sampai selesainya pekerjaan itu nanti,” tegasnya.
Penulis ; Agus S
Editor : Agus S





