Ketua Komisi II Sorot Pengelolaan Laman Gurindam 12 Tanjungpinang

Ketua Komisi II DPRD Kepri Dorong Samsat Karimun Berbenah
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin. Foto: Humas DPRD Kepri

Medianesia.id – Pengelolaan Laman Gurindam 12, Tanjungpinang mendapatkan sorotan dari Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin.

Menurutnya, Laman Gurindam 12, Tanjungpinang memiliki potensi yang menjanjikan untuk kepentingan wisata daerah. Baginya, kawasan ini, butuh dikelola secara baik.

“Harus dilakukan pengelolaan dengan baik, karena kawasan ini akan memberikan kontribusi berupa pendapatan daerah,” ujar Wahyu Wahyudin, Kamis (1/12) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat, Laman Gurindam 12, Tanjungpinang ini adalah etalasenya Ibu Kota Provinsi Kepri. Maka dari itu, pihaknya mendorong penyelesaian pembangunan kawasan tersebut harus segera dituntaskan.

“Jika kawasan Laman Gurindam segera diselesaikan, karena akan menjadi salah satu potensi pariwisata untuk Kepri, Tanjungpinang khususnya,” jelasnya Wahyu Wahyudin.

Lebih lanjut katanya, Laman Gurindam 12 Tanjungpinang adalah magnet wisata Ibu Kota Provinsi Kepri. Selain itu, juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Artinya, banyak multiplier efek dengan adanya Laman Gurindam 12, Tanjungpinang. Kebersihan lingkungan sekitar juga harus sama-sama dijaga,” tutupnya.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, lewat APBD TA 2023 mendatang, Pemprov Kepri akan menggesa penataan kawasan Laman G12 Tanjungpinang.

“Kita sudah memplot di APBD TA 2023 nanti sebesar Rp18 miliar,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad belum lama ini.

Menurutnya, pekerjaan penataan kawasan Laman G12 Tanjungpinang masih dilakukan secara bertahap. Karena kondisi daerah masih terbatas.

“Anggaran yang dialokasikan nanti untuk pekerjaan pendeterian jalan dan lanjutan jalan menuju Lantaman IV Tanjungpinang,” jelasnya.

Baginya, kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang adalah etalase Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Makanya, Jalan Lingkar Tanjungpinang ini harus diselesaikan.

“Akhir tahun nanti, kalau tidak ada perubahan, Jalan Lingkar Tanjungpinang sudah bisa difungsikan,” jelasnya lebih lanjut.

Ditambahkannya, secara keseluruhan penyelesaian Jalan Lingkar Tanjungpinang masih membutuhkan anggaran Rp100 miliar.

“Pekerjaanya adalah pendesterian jalan dan landscape disepanjang Jalan Lingkar Tanjungpinang,” tutup Ansar Ahmad.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *