Medianesia.id – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan, Pulau Bintan butuh pelabuhan khusus ekspor.
“Makanya, kita dorong Pemprov Kepri untuk menjajaki pembangunan pelabuhan eksport di Pulau Bintan pada 2023 mendatang,” ujar Wahyu Wayuddin, Minggu (04/12/2022).
Menurutnya, Pemerintah Pusat akan menjadikan Kepri sebagai hub ekspor Indonesia bagian Barat. Tentunya, bagi mendukung rencana Pemerintah Pusat tersebut, tentu daerah harus menyiapkan saran dan prasaran pendukung.
“Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan adalah pelabuhan ekspor. Ini yang menurut saya harus digesa oleh Pemprov Kepri,” jelasnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, lebih ideal, pelabuhan tersebut dibangun di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan yang dikelola oleh Badan Pengusahaan Bintan.
“Saya kira pelabuhan itu layak dibangun di Kabupaten Bintan,” jelasnya.
Masih kata Wahyu Wahyudin, persoalan ekspor selain minimnya Pelabuhan yang ada. Tarif peti kemas juga dikeluhkan oleh pelaku usaha jasa eksportir. Disebutkannya, tarif peti kemas 20 feet di Kepri saat ini adalah Rp80 juta.
“Angka ini, berkali-kali lipat dari Pulau Jawa yang hanya Rp30 juta. Mahalnya tarif peti kemas ini, diduga disebabkan monopoli oleh sejumlah pengusaha,” jelasnya lebih lanjut. Wahyu optimis, pembangunan pelabuhan ekspor dan tarif peti kemas yang murah akan meningkatkan minat investor dan membuka lapangan kerja baru.
“Saya kira pak Gubernur juga semangat membangun pelabuhan ekspor ini karena potensi pendapatan tidak akan kurang dari Rp1 triliun per tahun,” tutupnya.*





