Kepri dan Jatim Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Kepri dan Jatim Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat hubungan antar daerah melalui misi dagang dan investasi yang rutin dilakukan beberapa tahun terakhir. Langkah ini dinilai berdampak pada peningkatan transaksi perdagangan antardaerah. Foto: Diskominfo Kepri.

Medianesia, Batam – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat hubungan antar daerah melalui misi dagang dan investasi yang rutin dilakukan beberapa tahun terakhir. Langkah ini dinilai berdampak pada peningkatan transaksi perdagangan antardaerah.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam pertemuan yang digelar di Ballroom Wyndham Hotel Panbil Batam, Senin (8/12/2025).

Pertemuan tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kepulauan Riau.”

Baca juga: Kulit Sisa Produksi Disulap Jadi Aksesoris Bernilai Jual

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa misi dagang yang dilakukan kedua provinsi selama beberapa tahun terakhir telah menghasilkan transaksi senilai Rp307 miliar.

Sebagian besar transaksi berupa komoditas dari Jawa Timur yang digunakan di Kepri, sementara Rp52 miliar merupakan transaksi Jawa Timur terhadap produk unggulan Kepulauan Riau.

“Hal ini wajar mengingat karakteristik Kepri dengan 1,9 persen daratan dan 88,1 persen wilayah laut. Sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Kepri masih dipasok dari provinsi lain, terutama Jawa Timur,” ujar Ansar.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Melonjak, Pemprov Kepri Cari Alternatif Pasokan

Menurut Ansar, kebutuhan pokok seperti beras, cabai, gula, dan komoditas lainnya banyak bergantung pada Jawa Timur yang merupakan provinsi penghasil utama produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan industri pengolahan.

Selain itu, misi dagang ini dianggap tepat dilakukan di tengah dampak banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera beberapa waktu lalu, yang memengaruhi pasokan komoditas untuk Kepri.

“Kepri membutuhkan rata-rata 2,5 juta butir telur setiap hari, sebagian besar didatangkan dari Sumatera Utara. Tahun depan, 50-60 persen kebutuhan telur akan dipenuhi dari Jaffa di Pulau Bintan,” jelasnya.

Baca juga: Harga Cabai di Tanjungpinang Meroket Akibat Bencana di Sumatra

Gubernur Ansar juga menyoroti kebutuhan besar Kepri terhadap sayur dan buah yang sebagian besar dipasok dari daerah lain.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran rantai distribusi karena Kepri menjadi salah satu destinasi wisata utama bagi wisatawan mancanegara.

Sebelum pandemi, Kepri mencatat 2,97 juta kunjungan wisatawan asing pada 2019, menempati posisi kedua setelah Bali.

Baca juga: Inflasi November 2025 di Kepri Tetap Stabil, Transportasi Jadi Pendorong

Tahun ini, jumlah wisatawan asing diperkirakan mencapai 1,8–2 juta orang pascapemulihan pandemi dan pemberlakuan kembali visa on arrival.

“Keberlanjutan pasokan komoditas sangat penting untuk menjaga kualitas layanan pariwisata. Kami berharap kerja sama antara Jatim dan Kepri tidak hanya terbatas pada perdagangan kebutuhan pokok, tetapi juga diperluas ke sektor UMKM, UKM, dan pariwisata,” ujar Ansar.(*)

Editor: Brp

 

Pos terkait