Kementerian PUPR dan AIIB Diagendakan Tinjau Lokasi Jembatan Batam-Bintan Agustus Mendatang

Kementerian PUPR dan AIIB Diagendakan Tinjau Lokasi Jembatan Batam-Bintan Agustus Mendatang
Kementerian PUPR, Pemprov Kepri, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menandatangani  perjanjian kerjasama pembangunan jembatan Batam-Bintan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (9/1). F: Istimewa

Medianesia.id, Tanjungpinang – Kementerian PUPR bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebagai salah satu investor jembatan Batam-Bintan dijadwalkan akan meninjau lokasi pembangunan awal Agustus 2023 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan rencananya kunjungan pihak AIIB untuk melihat secara langsung lokasi pembangunan Jembatan Batam-Bintan akan berlangsung selama beberapa hari. Mulai  31 Juli hingga 4 Agustus 2023.

“Berdasarkan surat yang kita terima, mereka akan datang kesini untuk melihat langsung lokasi pembangunan jembatan. Sebelum turun ke Kepri, mereka akan menggelar rapat internal terlebih dahulu di Jakarta bersama Kementerian terkait,” katanya, Senin (18/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Tim dari AIIB akan dipimpin langsung oleh Andres Pizarro selaku Kepala Sektor Investasi Transportasi Regional 1 AIIB dan didampingi para konsultan, pakar lingkungan, analis, dan ahli manajemen keuangan AIIB.

Adapun agenda dari tim AIIB nantinya akan diawali dengan rapat pendahuluan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.

Guna, membahas Multilateral Cooperation Center for Development Finance (MCDF) antara Pemerintah Indonesia dan AIIB.

“Secara perlahan tapi pasti, rencana besar masyarakat Kepri untuk membangun jembatan Batam-Bintan ini telah menjadi atensi khusus AIIB sejak awal. Mari, kita doakan semoga apa yang menjadi mimpi besar masyarakat Kepri ini dimudahkan dan dilancarkan prosesnya untuk menjadi kenyataan,” ungkap Hasan.

Selain itu, juga akan dilakukan pembahasan terkait hasil soil investigation jembatan Batam-Bintan dan presentasi Detailed Engineering Design (DED) jembatan Batam-Bintan yang akan jadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Selanjutnya AIIB langsung terbang ke Tanjungpinang untuk melihat lokasi pembangunan jembatan Batam-Bintan bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Kunjungan AIIB sekaligus akan bertemu dengan masyarakat setempat untuk menjelaskan tentang proyek pembangunan jembatan Batam-Bintan.

Hasan menyebutkan kedatangan AIIB ke Kepri untuk melihat lokasi Jembatan Batam-Bintan menunjukkan keseriusan dari AIIB untuk turut membantu pembangunan jembatan sepanjang 14,753 Km tersebut.

Dimana, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PUPR RI, AIIB, dan Pemprov Kepri pada 9 Januari 2023 lalu untuk rencana pembangunan spesifik pada sisi Kabil-Tanjung Sauh di Pulau Batam.

“Kunjungan ini patut kita apresiasi dan sudah kita nantikan, karena artinya mereka memang serius dan sangat tertarik untuk berinvestasi di jembatan Batam-Bintan, kita harap kunjungan nanti berjalan lancar,” kata Hasan.

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan, khususnya ruas Batam-Tanjung Sauh, mengusulkan tiga komponen proyek dengan perkiraan biaya sebesar US$300 juta yang akan didanai melalui pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Komponen pertama adalah Pekerjaan Konstruksi dengan estimasi biaya sebesar 236,88 juta US Dolar atau sekitar Rp3,695 triliun. Komponen ini mencakup pekerjaan persiapan jembatan dan jalan pendekat.

Selanjutnya, komponen Jasa Konsultasi Pengawasan Konstruksi memiliki nilai perkiraan sebesar 11,84 juta US Dolar atau sekitar Rp184 miliar untuk membiayai konsultan pengawasan konstruksi.

Terakhir, terdapat komponen Project Management Consultancy Service dengan nilai sebesar 1,38 juta US Dolar atau sekitar Rp21,52 miliar untuk membiayai konsultan manajemen proyek.

Penulis : Ism
Editor : Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *