Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan rujukan, kapabilitas, dan mengembangkan SDM rumah sakit dalam menangani kanker.
“Output dari program ini, setiap provinsi akan memiliki satu rumah sakit utama yang mampu melakukan terapi radiasi, bedah kanker stadium lanjut, dan kemoterapi,” katanya.
Selain itu, setiap kabupaten juga akan memiliki layanan madya yang mampu melakukan bedah tumor dasar dan kemoterapi.
Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto, menuturkan pengampuan RSCM akan fokus pada layanan empat jenis kanker prioritas, yaitu kanker payudara, serviks, paru, dan kanker pada anak.
Diharapkan kerjasama ini dapat memperluas jangkauan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya layanan kanker.
Program ini juga akan diperkuat dengan penyediaan obat-obatan yang memadai dan memastikan obat-obatan lokal memiliki kualitas yang setara dengan obat impor.
“Kami yakin kerja sama ini dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam penanggulangan kanker di Indonesia,” demikian Supriyanto. (Ism)
Editor : Brp





