Medianesia.id, Bintan – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bintan dalam sebulan terakhir mulai berdampak pada kekeringan air bersih di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat dan langsung direspons oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
PMI dan BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di empat RT, RW 006, Kampung Bina Desa Km 17, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Baca juga: 42 Karhutla Terjadi Sepanjang Januari di Tanjungpinang, Mayoritas Akibat Bakar Sampah
Di kawasan tersebut, tercatat sekitar 400 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 800 jiwa terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih ini merupakan kali ketiga yang dilakukan selama musim kemarau dan akan terus dilanjutkan secara berkala hingga kondisi kembali normal.
Ketua PMI Bintan, Hafizha Rahmadhani, yang turun langsung ke lapangan mengatakan, penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Baca juga: Operasi Keselamatan Seligi di Batam, Pengendara Tertib Dapat Apresiasi dari Polisi
“Untuk Kampung Bina Desa Km 17, penyaluran air bersih akan kami lanjutkan apabila kemarau masih berlanjut. Biasanya setiap penyaluran kami siapkan untuk kebutuhan 2 sampai 3 hari,” ujar Hafizha, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada tangki air agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain di Bina Desa, PMI Bintan bersama BPBD juga membuka ruang laporan dari wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih.
Baca juga: Krisis Air Bersih di Pulau Bintan, DPRD Kepri Desak PDAM Cari Sumber Air Baru
“Untuk wilayah lain, kami menunggu laporan dari masyarakat maupun pemerintah setempat, mulai dari camat, lurah, kepala desa, hingga RT/RW. Jika ada kesulitan air bersih, segera laporkan dan kami siap merespons dengan cepat,” tegasnya.
Hafizha menambahkan, PMI Bintan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan lintas sektor untuk memantau kondisi di tengah kemarau yang cukup panjang.
Tidak hanya kekeringan, PMI juga bersiaga terhadap potensi bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Tanjungpinang Mulai Alami Krisis Air Bersih
“Kita terus berkolaborasi dengan lintas sektor, termasuk menghadapi potensi karhutla dan dampak kemarau lainnya. Kami berdoa agar seluruh personel PMI dan pihak terkait selalu sehat dan selamat dalam menjalankan tugas, serta berharap kondisi ini segera berakhir,” tambahnya.
Di sela peninjauan, Ketua PMI Bintan juga berdialog langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi dan mendengar kondisi di lapangan. Warga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan air bersih yang diberikan.
Melalui kolaborasi ini, PMI dan Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam penanggulangan bencana dan penanganan dampak kekeringan, demi menjaga keselamatan, keberlangsungan, dan kesejahteraan masyarakat.(Ism)
Editor: Brp





