KEK Nongsa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Batam, Investasi Tembus 95 Persen dari Target

KEK Nongsa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Batam, Investasi Tembus 95 Persen dari Target
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, sebagai pusat pariwisata berbasis ekonomi digital dan industri bertaraf internasional. Foto: Kemenpar.

Medianesia, Batam – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, sebagai pusat pariwisata berbasis ekonomi digital dan industri bertaraf internasional.

Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kamis (16/10/2025), Menteri Widiyanti meninjau sejumlah lokasi strategis di KEK Nongsa guna melihat langsung perkembangan infrastruktur pariwisata dan pengembangan ekosistem ekonomi digital.

“Kunjungan ke KEK Nongsa merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan investasi, peningkatan daya saing, dan penguatan konektivitas Batam sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia,” ujar Widiyanti.

Baca juga: Sudah Belasan Tahun Berjalan, FTZ Kepri Dinilai Belum Beri Dampak Merata

Menteri Widiyanti didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad serta jajaran pemerintah daerah. Rombongan meninjau beberapa titik pengembangan penting, di antaranya Infinite Studios, pusat industri kreatif digital, dan Apple Academy, fasilitas pengembangan talenta teknologi dan aplikasi.

Kunjungan juga melihat Costaluna, kawasan komersial yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di KEK Nongsa, serta Nongsa Point Marina, area wisata bahari yang dapat menampung sekitar 67 yacht dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.

Nongsa Point Marina merupakan bagian dari program “Pariwisata Naik Kelas” Kementerian Pariwisata, yang berfokus pada penguatan sektor wisata bahari sebagai salah satu daya tarik utama Indonesia.

Baca juga: Koperasi Naik Kelas, Kini Bisa Masuk ke Bisnis Tambang Mineral

KEK Nongsa dikembangkan untuk mengintegrasikan potensi pariwisata dengan ekonomi digital dan industri global.

Kawasan ini juga diarahkan menjadi pusat pendidikan dan pusat data guna memperkuat posisi Batam dalam rantai ekonomi digital internasional.

Hingga tahun 2025, realisasi investasi di KEK Nongsa telah mencapai 95 persen atau sekitar Rp2,7 triliun dari target Rp2,83 triliun.

Baca juga: Penurunan Dana Transfer Tekan Anggaran Kepri, TPP ASN Masih Ditinjau Ulang

Sejak ditetapkan sebagai KEK pada 2021 hingga Juni 2025, total investasi kumulatif mencapai Rp8,4 triliun.

Pemerintah berharap sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi digital di kawasan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan pelaku usaha, KEK Nongsa Batam akan terus berkembang dan berkontribusi pada kemajuan pariwisata nasional,” kata Widiyanti.(*)

Editor: Brp

Pos terkait