Medianesia.id, Batam–Aksi kejahatan jalanan dengan modus pecah kaca mobil terus meningkat belakangan ini di wilayah hukum Kota Batam.
Modus pecah kaca tengah marak terjadi dalam beberapa bulan ini. Para pelaku memecahkan kaca menggunakan busi dan menggasak barang berharga di mobil yang sedang parkir.
“Aksi pecah kaca mobil dengan modus menggunakan busi meningkat belakangan ini. Jadi kami meminta masyarakat untuk tidak memberikan kesempatan kepada para pelaku kejahatan melakukan aksinya,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, Kamis (7/11/2024) di Batam.
Atas dasar itu, Mantan Kapolresta Tanjungpinang ini, mengimbau masyarakat untuk tidak meletakkan barang berharga seperti uang dan barang elektronik di dalam mobil.
“Imbauan kepada masyarakat supaya kesempatan kita hentikan. Kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan,” ucapnya.
Ia menjelaskan dengan tidak adanya barang berharga di dalam mobil yang terparkir, masyarakat sudah membatalkan kesempatan para pelaku untuk beraksi.
“Niat itu masing-masing pribadi, tetapi kesempatan adalah tugas kita. Karena ada kesempatan pelaku untuk memecahkan kaca dan mengambilnya,” katanya.
Selain tidak meletakkan barang berharga di mobil, Heribertus juga mengimbau masyarakat yang melakukan penarikan tunai dengan jumlah besar di bank untuk meminta pengalawan polisi.
“Ini gratis. Silahkan laporkan ke Polsek terdekat atau Polresta Barelang,” ungkapnya.
Diketahui, dalam dua bulan ini kasus pecah kaca beberapa kali terjadi. Pelaku menggasak barang elektronik senilai puluhan juta hingga uang tunai Rp 850 juta.
Modusnya, pelaku membuntuti korban dari bank dan mencari target secara acak atau mobil yang terparkir di pertokoan atau mall. Dari dua kasus tersebut, polisi berhasil menangkap 6 orang pelaku. (*)
Editor : Ags





