Medianesia.id, Tanjungpinang – Memiliki niat yang tulus dengan hati yang bersih tidak semua dimiliki semua orang bahkan sebuah jabatan, tahta, harta yang dimiliki biasanya digunakan untuk kepentingan diri sendiri tanpa memikir disekitar untuk menolong apa lagi dimasa Pandemi Covid-19 yang belum usai, Sabtu (20/11)
Sifat kebaikan untuk membantu seseorang atau masyarakat di masa saat ini itu di dapat dari seseorang yang memiliki jabatan dan berangkat dimana seseorang itulah yang memiliki sifat kepedulian tanpa melihat dimana saja.
Bripka Zulhamsyah Putra memiliki jabatan sebagai Bintara Urusan (Baur) Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Tanjungpinang anak yang lahir dari seorang Ibu dengan kesederhanaan yang dimiliki bisa membawa sang Bripka ke jabatan strategis di Satuan Lalu Lintas (Satlantas).
Kebaikan yang ditebar bukan hanya di tanah kelahirannya di Tanjungpinang Kepulauan Riau (Kepri) bahkan tebar benih kebaikan dilakukan hingga sudut Ibu Kota Jakarta yang salah satu lokasi dilakukan di tempat-tempat ibadah.
Raziah Perut Lapar (RPL) itu dilakukan anggota Kepolisian yang bertugas di Mapolres Tanjungpinang yang juga dilakukan di Jakarta saat dirinya sedang menjalani tugas di luar Kota.
Kebaikan tersebut dilakukan dirinya saat menjalankan Dinas Luar (DL) dimana saat menjalankan raziah Perut Lapar ditemukan warga yang terlihat tangis bercampur bahagia warga DKI Jakarta menerima razia yang biasanya menjadi momok bagi sebahagian orang namun razia yang dibuat Polisi asli Tanjungpinang ini sangat berbeda bagi mereka.
RPL yang dilaksanakan oleh Bripka Zulham, yakni di lokasi Monas, Mesjid Istiqlal, Lapangan Banteng, Taman kota dan pinggiran kali di sudut kota itu, bagi Bripka Zulham lebih baik bersedekah dari pada menghabiskan uang di mall.
“Apa yang saya lakukan dengan raziah Perut Lapar ini akan terus berjalan karena apa yang saya lakukan ini hanya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dimasa Pandemi Covid-19 saat ini” jelasnya
Zulhamsyah yang memiliki pangkat Bripka terebut menyebutkan, Apa yang dia lakukan sebagai bentuk rasa syukurnya dengan apa yang telah diraih hingga saat ini dan juga kepeduliannya terhadap sesama memberi dampak baik dan bahkan banyak yang memberikan doa untuk kesembuhan ibundanya yang menderita sakit jantung. Bagi ibunya, Bripka Zulham adalah mata dan kehidupannya, karna ibunya tunanetra sejak ia lahir.
“Saya di besarkan oleh ibu yang hebat, tanpa seorang ayah dan kami hanya berjualan di kaki lima, ibu saya bisa menjadikan saya seorang Polisi,” pungkas Polisi yang digelar warga Tanjungpinang dengan sebutan Polisi Berhati Mulia itu.(yuli)





