Kebijakan Donald Trump Picu Kekhawatiran, Pasar Kripto Tertekan

Kebijakan Donald Trump Picu Kekhawatiran, Pasar Kripto Tertekan
Ilustrasi. Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberikan tekanan pada pasar kripto global. Foto: Pexels.

Medianesia.id, Batam – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberikan tekanan pada pasar kripto global.

Investor mulai waspada terhadap potensi dampak negatif dari kebijakan ekonomi yang akan diambil dalam beberapa bulan ke depan.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengungkapkan bahwa penundaan penerapan tarif timbal balik AS yang seharusnya diberlakukan pekan ini gagal membangkitkan optimisme pasar.

Padahal, kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS sempat memberikan dorongan positif bagi sektor kripto.

“Pasar sempat optimis setelah kemenangan Trump, dengan harapan adanya kebijakan ekonomi yang lebih longgar dan regulasi kripto yang lebih bersahabat,” ujar Fyqieh baru-baru ini.

Namun, penundaan tersebut tidak serta-merta meredakan kekhawatiran investor.

Pasar tetap mewaspadai kemungkinan tarif tersebut akan diterapkan pada kuartal kedua 2025, yang berpotensi memperburuk sentimen global.

“Sentimen pasar kini berbalik negatif akibat meningkatnya arus keluar dari pasar kripto. Dalam empat hari terakhir, ETF Bitcoin mencatat outflow sebesar USD 680 juta, menunjukkan aksi profit-taking dan pengurangan eksposur terhadap aset berisiko,” jelas Fyqieh.

Tekanan terhadap pasar kripto semakin kuat setelah Bitcoin (BTC) gagal mempertahankan level USD 95.000.

Total kapitalisasi pasar turun 5 persen dalam sepekan terakhir, menyentuh angka USD 3,19 triliun.

Selain kebijakan Trump, faktor lain yang membebani sentimen investor adalah inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi serta sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed).

Inflasi tahunan AS naik menjadi 3 persen, melampaui proyeksi sebelumnya.

The Fed juga menegaskan belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Kebijakan ini membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto, sehingga memperburuk tekanan di pasar.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar kripto diimbau untuk terus mencermati perkembangan kebijakan ekonomi AS dan langkah The Fed dalam menentukan strategi investasi mereka ke depan.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *