Kasus Demam Berdarah Meningkat, Kenali Ciri-ciri dan Langkah Pencegahannya

Waspada DBD di Kepri, Kota Batam Terbanyak, Anambas Terendah
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti Demam Berdarah.

Medianesia.id, Jakarta – Siapa yang tidak asing dengan penyakit Demam Berdarah Dengue atau sering disebutnya DBD. Seiring datangnya musim penghujan, lagi-lagi wabah ini mulai bermunculan dan meresahkan masyarakat.

Penting untuk diketahui, bagaimana cara penyebaran dan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit DBD ini agar kita semua dapat melindungi keluarga tercinta.

Saat musim hujan datang, meningkatnya kasus pasien DBD adalah hal yang sontak sedang ramai dibicarakan. Masyarakat pun mulai resah dan ini saatnya kita harus sadar dengan langkah-langkah pencegahan agar kasus demam berdarah ini tidak meningkat.

Menurut pakar ahli, demam berdarah ini dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus Dengue. Penularan virus tersebut terjadi sewaktu nyamuk menggigit dan menghisap darah manusia. Saat ia menggigit, air liur nyamuk tersebut akan menularkan virus kepada orang yang digigitnya. Kendati demikian, nyamuk yang tidak membawa virus tidak akan menyebabkan penularan penyakit DBD yang disebabkan oleh virus Dengue.

Namun, kita tidak bisa mengetahui secara gamblang, apakah nyamuk yang ada di lingkungan kita membawa virus DBD atau tidak. Karena itu, penting adanya langkah pencegahan wajib dilakukan agar tidak tertular penyakit. Butuh waktu sekitar 3-14 hari setelah tergigit dan virus dengue masuk ke dalam tubuh sampai menunjukkan gejala awal DBD.

Ciri-ciri nyamuk DBD

Penyebab penyakit demam berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti. Jenis nyamuk ini memiliki sifat antropofik, yaitu menghisap darah manusia. Nyamuk Aedes Aegypti yang biasa menggigit manusia adalah nyamuk jenis betina. Karena darah sangat dibutuhkan untuk perkembangan telur nyamuk. Sedangkan, sumber makanan dari nyamuk jantan hanyalah dari buah.

  • Ciri-ciri Fisik

Nyamuk DBD mempunyai sifat multiple feeding, artinya nyamuk betina perlu menghisap beberapa kali hingga kebutuhan darahnya tercukupi. Nyamuk ini memiliki ukuran yang kecil dan bercorak hitam dengan belang atau loreng putih di seluruh tubuhnya.

  • Waktu Aktif

Nyamuk DBD aktif menggigit pada pagi hingga sore hari. Mereka memiliki waktu tertentu untuk mencari dan menghisap darah. Waktu paling aktif dari Nyamuk tersebut adalah 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

  • Tempat Berkembang Biak

Aedes aegypti yang juga bisa menyebarkan penyakit Zika, demam kuning dan chikungunya, sebenarnya berasal dari Afrika. Namun kemudian berkembang biak hingga ke daerah tropis. Nyamuk ini senang bersembunyi di balik pakaian yang digantung, berdiam di tempat seperti penampungan air, toilet, kolam renang, dan ember berisi air. Bahkan jika Anda tidak berhati-hati jentik-jentik nyamuk ini juga bisa dijumpai di tempat penampungan air di dalam vas bunga dan dispenser.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah penularan dan perkembangbiakan nyamuk DBD ini, kita perlu menerapkan 4M yaitu:

  1. Menguras penampungan air seperti tempayan, bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum hewan, dan lain-lain.
  2. Menutup rapat penampungan air di rumah supaya nyamuk tidak dapat masuk & bertelur
  3. Mendaur ulang limbah dan barang-barang bekas. Selain dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk, kita juga wajib melindungi tubuh untuk mencegah gigitan nyamuk DBD. 
  4. Plus menghindari kemungkinan tergigit nyamuk dengan tidak menggantung baju. Jika memungkinkan, peliharalah ikan untuk membantu membasmi jentik-jentik nyamuk yang ada di dalam kolam, serta taburkan abate untuk membunuh larva nyamuk di wadah penampungan air seperti bak mandi.

Cara untuk mencegah gigitan nyamuk DBD diantaranya:

  1. Memakai baju dan celana panjang, kaus kaki, serta sepatu di jam-jam nyamuk DBD aktif menggigit. 
  2. Menggunakan lotion antinyamuk agar nyamuk enggan untuk mendekati dan menggigit Anda. 
  1. Menggunakan dan memanfaatkan obat nyamuk.
  2. Mengurangi membuka jendela rumah saat mulai terbenam matahari.

(klkdkt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *