MEDIANESIA.ID, KARIMUN – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) mendatangkan tambahan 5 unit mesin pembangkit listrik tenaga diesel.
Hal itu dilakukan untuk mensiasati defisit pasokan daya listrik akibat kerusakan mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak.
Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun, Hendrico mengatakan, tim dari PLN UP3 Tanjung Pinang sudah turun melakukan peninjauan calon lokasi pemasangan 5 unit mesin diesel tersebut, Rabu (4/5/2022).
Sementara untuk mesinnya sendiri, Hendrico menyebut akan didatangkan dari Bangka Belitung (Babel).
Hendrico memperkirakan, kelima mesin tersebut sudah tiba di Karimun pada akhir Mei mendatang.
“Tim dari UP3 Tanjung Pinang sudah turun kemarin meninjau lokasi. Mesinnya didatangkan dari Babel. Insha Allah akhir bulan sudah sampai,” ujar Hendrico, Kamis (5/5/2022).
Dengan tambahan 5 unit mesin diesel tersebut, Hendrico optimistis defisit pasokan daya listrik sekitar 5 Mega Watt (MW) akibat kerusakan mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak dapat ditanggulangi.
Pasalnya kelima mesin tambahan tersebut masing-masing dapat menghasilkan 1 MW daya listrik.
“Total daya yang akan dihasilkan sebesar 5 MW, dapat menutupi defisit pasokan daya listrik akibat kerusakan mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak,” bebernya.
Seperti diberikan sebelumnya, ULP PLN Tanjung Balai Karimun dalam waktu dekat bakal melakukan pemadaman listrik secara bergilir.
Kabar pemadaman bergilir tersebut langsung disampaikan Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun, Hendrico.
Hendrico mengungkapkan, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan akibat kerusakan pada mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing.
Tidak tanggung-tanggung, Hendrico menyebut pihak PLTU Tanjung Sebatak membutuhkan masa perbaikan lebih kurang selama 25 hari ke depan.
“Mesin Unit 2 di PLTU Tanjung Sebatak ada trouble pada kipasnya. Untuk perbaikan, kawan-kawan di PLTU mengatakan, butuh estimasi waktu 25 hari,” ujar Hendrico, Rabu (4/5/2022) siang.
Akibat pemadaman bergilir tersebut, Hendrico menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya pelanggan ULP PLN Tanjung Balai Karimun.
“Saya minta maaf atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir tersebut. Jujur, kami maunya juga tidak ada pemadaman bergilir tapi kondisinya memaksa harus pemadaman bergilir. Saya harap pelanggan dapat memakluminya,” ujar Hendrico.
Meski bakal terjadi pemadaman bergilir, Hendrico mengaku pihaknya akan berupaya untuk meminimalisir pemadaman bergilir.
Caranya, PLN berencana menghentikan sementara pasokan listrik ke hotel-hotel dengan harapan, akan mengurangi beban pemakaian listrik khususnya pada beban puncak saat malam hari.
“Hotel-hotel biasanya punya genset sendiri, itu dulu sementara dipakai agar kebutuhan listrik untuk masyarakat umum tidak terganggu,” bebernya.
Hendrico menyebut akibat kerusakan mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak tersebut, ULP PLN Karimun sementara hanya mampu memasok sebesar 20 MW, sedangkan beban puncak mulai pukul 17.00 WIB dibutuhkan minimal 27 MW.
“Artinya ada defisit daya listrik sekitar 5 MW. Kalau sekarang mungkin belum terasa sekali dampaknya karena masih banyak pelanggan kita yang mudik lebaran,” terangnya.
Pihaknya berjanji akan segera mengumumkan jadwal pemadaman listrik secara bergilir beserta wilayah-wilayah yang terdampak.
“Mungkin nanti akan kami buat pengumumannya per harian,” ujar Hendrico. (cr7)





