Beruntung, Bayu tidak mengalami luka serius dan tidak perlu dilarikan ke rumah sakit. Ia hanya diurut oleh sopir keluarga yang mahir memijat.
Menurut Juna, selain Bayu, ada pula seorang pemandu yang juga terjatuh dari jembatan tersebut. Keduanya selamat karena terjatuh saat air laut sedang pasang sehingga tidak langsung menghantam bebatuan.
Juna menyayangkan sikap pihak pengelola yang dianggap tidak memperhatikan keselamatan pengunjung. Ia mempertanyakan mengapa jembatan lapuk tersebut masih diperbolehkan untuk dilewati.
“Harusnya ini dipikirkan dan ini berbahaya. Ini kalau kena batu luka berat siapa yang tanggung jawab,” tegas Juna.
“Bambunya lapuk malah (diperbolehkan untuk) dilewati,” pungkasnya.(*/Brp)
Editor: Brp





