Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang memastikan ketersediaan beras cadangan pemerintah (CBP) atau beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi aman.
Stok yang tersedia saat ini bahkan cukup untuk kebutuhan empat bulan ke depan, termasuk hingga Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan ketersediaan beras CBP yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 2.000 ton.
Jumlah tersebut memenuhi kebutuhan wilayah kerja Bulog Tanjungpinang yang meliputi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Baca juga: Harga Sembako di Tanjungpinang Merangkak Naik, Gula Pasir Curah Langka
“Kalau permintaan meningkat, awal tahun depan kami akan kembali mengusulkan penambahan stok beras SPHP ke pusat,” kata Arief, Kamis, 11 Desember 2025.
Arief menjelaskan, permintaan beras SPHP di Tanjungpinang dan Bintan biasanya berada pada kisaran 100–300 ton per bulan.
Namun pada pekan terakhir, permintaan meningkat dari 30 ton menjadi 50 ton, dipicu kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk wilayah pulau-pulau, stok beras SPHP juga tercatat cukup aman. Bulog Tanjungpinang memiliki persediaan 350 ton di Kabupaten Anambas dan 450 ton di Kabupaten Lingga.
“Permintaan SPHP di daerah kepulauan relatif rendah, tidak sampai 100 ton per bulan. Jadi stok empat bulan ke depan tetap aman,” jelasnya.
Baca juga: Bahan Pokok Mulai Langka, DPRD Kepri Minta Pemerintah Ambil Diskresi
Arief menyebut, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap beras SPHP cukup tinggi karena kualitasnya baik dan harganya terjangkau, sehingga menjadi pilihan bagi masyarakat di perkotaan maupun pulau-pulau kecil.
Menurutnya, keberadaan beras SPHP berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas harga di pasar, terutama menjelang akhir tahun ketika harga sejumlah bahan pangan mulai merangkak naik.
“Bulog bersama pemerintah daerah juga menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menjaga daya beli masyarakat pada akhir tahun,” ujarnya.
Selain beras CBP, Bulog Tanjungpinang juga menambah pasokan 24 ton beras premium serta 24 ribu liter minyak goreng MinyaKita dalam rangka memperkuat ketersediaan pangan selama periode Nataru.(Ism)
Editor: Brp





