Medianesia.id, Batam – Toshiba, nama yang dahulu identik dengan laptop dan teknologi canggih, kini harus menelan pil pahit kebangkrutan.
Mundurnya Toshiba dari bursa saham setelah 74 tahun menandakan akhir era bagi perusahaan raksasa asal Jepang ini.
Didirikan pada tahun 1875 dengan nama Tanaka Seizo-Sho, perusahaan ini fokus pada pengembangan peralatan telegraf.
Berubah nama menjadi Tokyo Denki pada tahun 1921 dan Shibaura Seisaku-sho pada tahun 1890. Kemudian kedua perusahaan tersebut merger pada tahun 1939.
Perusahaan ini menjadi perusahaan multinasional dengan produk dan jasa yang beragam, termasuk sistem tenaga, elektronik, semikonduktor, dan teknologi informasi.
Sempat meraih kejayaan di era 90-an sebagai produsen komputer dan elektronik ternama.
Faktor-faktor yang Menyebabkan Kebangkrutan:
- Persaingan ketat di industri teknologi yang membuat tertinggal dari para pesaingnya.
- Skandal akuntansi pada tahun 2015 yang merusak reputasi perusahaan.
- Bangkrutnya Westinghouse pada tahun 2017 yang menyebabkan kerugian besar.
- Kurangnya inovasi dan kegagalan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.
- Tata kelola perusahaan yang tidak memadai.
Bangkrutnya perusahaan ini menyebabkan ribuan pekerjanya di seluruh dunia harus kehilangan pekerjaan.
Penurunan kepercayaan investor terhadap Toshiba.
Kemungkinan Toshiba akan diakuisisi oleh perusahaan lain.(*/Brp)
Editor: Brp





