Jalan Lingkar Provinsi Akan Terhubung ke Jembatan Babin, Ini Rencana Rute Pembangunannya

Proyek Gurindam 12 Tanjungpinang adalah bagi dari rencana Jalan Lingkar Provinsi yang akan terkoneksi dengan Jembatan Babin. F.Instagram@jalur5

medianesia.id – Pemprov Kepri sudah menyusun Detail Engineering Design (DED) Jalan Lingkar Provinsi Kepri sejak era Gubernur Kepri, HM. Sani. 

Dalam DED yang telah dibuat oleh Pemprov Kepri ini, Jalan Lingkar Provinsi ditandai dengan penyelesaian Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. 

Kemudian, melintas di kawasan Batu Hitam yang kemudian terkoneksi dengan pembangunan kawasan Gurindam 12, sampai Pelabuhan SBP Tanjungpinang. 

Dalam rencana kerja Pemprov Kepri, setelah rampungnya kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang, pembangunan akan dilanjutkan sampai ke Pinangmarina dengan menggunakan konsep jalan diatas laut. 

Adapun kebutuhan anggaran dari kawasan pelabuhan sampai ke Pinangmarina sebesar Rp950 miliar. Kemudian dari Pinangmarina akan melintas dengan jembatan ke Kampung Bugis atau Senggarang dengan kebutuhan Rp450 miliar. 

Setelah itu, berlanjut sampai terkoneksi dengan Jalan Lintas Barat melalui Tembeling, Bintan yang akan terhubung dengan jalan bebas hambatan menuju Jembatan Batam Bintan. 

Pada tahun ini, Pemprov Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri melanjutkan pekerjaan project jalan lingkar dalam kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang.

 Adapun lokasi anggaran yang dipersiapkan pada tahun 2023 ini adalah sebesar Rp9 miliar.  

“Pekerjaan Jalan Lingkar Provinsi di Tanjungpinang masih membutuhkan dana besar,” ujar Pejabat Dinas PU Kepri, Mufti Saily, Selasa (24/1/2023)

Menurutnya, bagi menuntaskan penataan jalan lingkar Provinsi di Tanjungpinang, khususnya di kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang masih membutuhkan anggaran lebih kurang Rp150 miliar.

 Dijelaskannya, untuk pekerjaan jalan dan pendestrian sekitar membutuhkan Rp50 miliar. Kemudian, pekerjaan landscape sebesar Rp100 miliar. 

“Keinginan kita tentu, pekerjaan bisa dilakukan secara sporadis. Namun kondisi anggaran tidak mendukung untuk itu,” jelasnya. 

Ditambahkannya, lewat APBD TA 2022 lalu, dialokasikan anggaran sebesar Rp14 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan. 

Diantaranya adalah pemerataan area tunjuk langit, betonisasi jalan dari sisi zona B dan dari sisi Lantaman IV menuju Jembatan G12. 

“Untuk jembatan yang panjangnya lebih kurang 500 meter tersebut akan dilakukan pengaspalan,” jelasnya lebih lanjut. 

Disebutkannya, melalui APBD TA 2023, Pemprov Kepri sudah memplot anggaran sebesar Rp9 meter. Dana tersebut direncanakan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan, rigid beton, aspal, timbunan. 

Selain itu ada juga pekerjaan expainsion joint diatas jembatan. “Apabila tidak ada halangan, lelang proyek untuk pekerjaan ini akan dilakukan pada awal Februari 2023 nanti,” tutup Mukti.*** 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *