Jalan D.I Panjaitan Langganan Banjir, Wali Kota: Debit Air Terlalu Tinggi

Langganan Banjir
Kawasan Perumahan Taman Harapan Indah (THI) dan Jalan D.I Panjaitan Batu 9, Kota Tanjungpinang, menjadi langganan banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Kawasan Perumahan Taman Harapan Indah (THI) dan Jalan D.I Panjaitan Batu 9, Kota Tanjungpinang, kembali dilanda banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengakui kawasan Perumahan THI dan Jalan DI Panjaitan Batu 9 memang mudah terendam air, terutama saat hujan deras.

Menurutnya, banjir tersebut disebabkan debit air yang tinggi, sehingga drainase tidak mampu mengalirkan air secara normal.

“Sudah kita cek, saat hujan deras debit air memang tinggi, sehingga air meluap ke jalan dan kawasan perumahan,” kata Lis saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Desember 2025.

Baca juga: Pemagaran Akses Jalan Pabrik Teh Prendjak Diduga Langgar Perda Tanjungpinang

Ia menyampaikan, air hujan yang berasal dari kawasan pertokoan, seperti Gerai KFC juga mengalir ke dalam drainase yang ada di Perumahan THI.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia Pemko Tanjungpinang akan membangun drainase baru. Sehingga, air hujan dari berbagai arah tidak lagi mengalir ke drainase Perumahan THI.

“Jadi air tidak lagi mengalir ke THI saja, sehingga menumpuk dan menimbulkan banjir,” sebutnya.

Sebelumnya, seorang warga, Robby, mengatakan banjir terjadi sangat cepat sehingga warga tidak sempat melakukan persiapan. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kerugian material.

Baca juga: Cuaca Kepri 30 Desember 2025: Berawan dan Berpotensi Hujan

“Air naik cepat sekali. Kami sibuk menjaga rumah supaya tidak kemasukan air. Drainase tidak mampu menampung debit air,” ujar Robby.

Menurutnya, banjir di Perumahan Taman Harapan Indah bukan kejadian baru. Kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Tanjungpinang.

Robby menyebut, di bagian depan perumahan, beberapa rumah terendam lebih parah. Bahkan, dua unit mobil milik warga tidak sempat dipindahkan dan terendam air. Selain itu, sandal jemaah di Masjid Zulfirdaus yang berada di sekitar lokasi turut terseret arus banjir.

“Di rumah, kami sampai menyusun papan untuk menutup celah pintu supaya air tidak masuk ke dalam rumah,” katanya.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait