medianesia.id – Pemprov Kepri berupaya untuk menjadikan Gereja Ayam Tanjungpinang sebagai salah satu objek wisata.
Aset peninggalan Belanda ini, akan dipoles Pemprov Kepri lewat APBD TA 2023. Revitaiisasi Gereja Ayam Tanjungpinang disejalankan dengan penataan kawasan Jalan Teuku Umar.
Gereja Ayam Tanjungpinang, buka sebatas peninggalan Belanda. Namun infastruktur ini sudah menjadi Benda Cagar Budaya.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Hendrija mengatakan, revitalisasi Gereja Ayam Tanjungpinang disejalankan dengan lanjutan penataan Kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
“Untuk pekerjaan penataan Kawasan Kota Lama Tanjungpinang ( Jalan Teuku Umar) sudah diplot anggaran Rp7 miliar,” ujar Hendrija.
Kemudian pembebanahan Gereja Ayam Tanjungpinang sudah disiapkan alokasi anggaran sebesar Rp800 juta
“Gereja Ayam Tanjungpinang adalah Benda Cagar Budaya, tentu kita akan meminta saran dan masukan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batu Sangkar,” jelas Hendrija.
Seperti diketahui, Gereja Ayam ini dibangun pada masa kolonial Belanda yakni dikhususkan sebagai kebaktian bagi orang Belanda dan kerabatnya, serta juga anggota militer yang berada di Tanjung Pinang ini.
Bangunan gereja ini juga mengalami banyak sekali renovasi agar bangunan tersebut tetap cantik dan bagus. Sejak tanggal 14 februari 1836 ini bangunan yang masih sangat sederhana.
Gereja ini merupakan gereja yang tertua yang berada di Kepulauan Riau dan pada saat diresmikan disebut dengan “De Nederlandse Hervomde Kerk te Tanjungpinang” yang begitu indah.
Menurut perkembangannya yaitu gereja yang menjadi Gereja Protestan Indonesia merupakan bagian baratnya setelah ditetapkan dan juga diakui yakni berdasarkan Staatsblad Indonesia pada tahun 1948.
Pada masa kolonial Belanda, gereja yang memiliki menara bentuk ayam ini khusus digunakan untuk kebaktian bagi orang Belanda dan juga kerabatnya yang berada di tempats ekita gereja ini. Selain itu juga gereja pada masa kini masih terawat sebagaimana mestinya.*





