Medianesia.id, Batam – Pulau Tanjung Sauh di Batam, Kepulauan Riau, bersiap menyambut masuknya investasi jumbo dari China dan dua negara lainnya dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp190 triliun.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru ini akan menjadi lokomotif baru bagi industri di Batam, menawarkan infrastruktur mutakhir dan lahan luas yang tak tersedia di kawasan lain.
“Pulau ini dipilih sebagai kawasan investasi baru karena keterbatasan lahan di Kota Batam. Di sini, investor dapat dengan mudah mendapatkan lahan 100 hektar hingga 50 hektar,” ungkap Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang.
Panbil Group, selaku pengembang utama, menargetkan investasi awal Rp5 triliun hingga Rp10 triliun untuk membangun infrastruktur penunjang seperti floorplan, waduk, pelabuhan, dan lainnya.
“Kapasitas listrik yang lebih besar, bendungan (DAM) yang sudah ada, dan pelabuhan yang memadai menjadikan ekosistem kawasan ini lebih efisien dan tertib dibandingkan Batam,” jelas Johanes.
Selama tujuh tahun terakhir, Panbil Group telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak melalui Memorandum of Understanding (MoU).
“China tetap menjadi investor utama, diikuti Singapura dan Jepang,” kata Johanes.
“Industri yang akan beroperasi di sini meliputi industri ringan, cair, dan besar, dan semuanya telah terencana dengan baik,” tambahnya.
PSN Tanjung Sauh diproyeksikan akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam dan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
“Ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya di kancah global,” ujar Johanes.(*/Brp)
Editor: Brp





