Inovasi Penelitian BRIN, Menjembatani Teknologi dari Laut Dalam hingga Nanobioteknologi

Inovasi Penelitian BRIN, Menjembatani Teknologi dari Laut Dalam hingga Nanobioteknologi
Empat peneliti utama BRIN yang baru saja meraih gelar profesor riset adalah Ocky Karna Radjasa dari Pusat Riset Laut Dalam, Yanuandri Putrasari dari Pusat Riset Mekatronika Cerdas, Danang Surya Candra dari Pusat Riset Geoinformatika, dan Andri Hardiansyah dari Pusat Riset Sistem Nanoneknologi. Foto: Ilustrasi Freepik.

Medianesia.id, Batam – Empat peneliti utama BRIN yang baru saja meraih gelar profesor riset adalah Ocky Karna Radjasa dari Pusat Riset Laut Dalam, Yanuandri Putrasari dari Pusat Riset Mekatronika Cerdas, Danang Surya Candra dari Pusat Riset Geoinformatika, dan Andri Hardiansyah dari Pusat Riset Sistem Nanoneknologi.

Mereka diakui karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang mikrobiologi laut, teknik otomotif, teknologi pengolahan data penginderaan jauh, dan nanomaterial fungsional.

Orasi ilmiah pertama akan disampaikan oleh Ocky Karna Radjasa, yang berjudul “Re-orientasi Riset Bioprospeksi Mikroorganisme Laut Indonesia: dari Laut Dangkal Menuju Laut Dalam Berbasis Genom”.

Ocky menyoroti potensi besar mikroorganisme laut dalam sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi medis dan industri.

Menggandeng konsep mikrobiologi ekstremofil, riset ini berfokus pada eksplorasi mikroorganisme laut dalam yang hidup pada kedalaman lebih dari 200 meter, dimana kondisi ekstrem dapat menghasilkan metabolit sekunder bernilai tinggi.

Dengan 68 persen wilayah perairan Indonesia adalah laut dalam, riset ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem laut sambil mendukung kemajuan riset bioprospeksi global.

Orasi ilmiah kedua akan disampaikan oleh Yanuandri Putrasari dengan judul “Implementasi Kontrol Injeksi Bahan Bakar Alternatif untuk Mendukung Program Net Zero Emission”.

Yanuandri menekankan pentingnya inovasi pada kontrol injeksi bahan bakar alternatif untuk mendukung transisi Indonesia menuju net zero emission (NZE) dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dalam penelitiannya, Yanuandri mengembangkan sistem kontrol berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dan model fisik untuk optimasi pembakaran bahan bakar alternatif, seperti biofuel dan gas alam terkompresi.

Riset ini mendukung Infrastruktur Otomotif Nasional dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), memberikan solusi yang mengarah pada pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi energi.

Peneliti ketiga, Danang Surya Candra, akan menyampaikan orasi ilmiah dengan topik “Kontribusi Citra Satelit Multi-Resolusi Tutupan Awan Minimum Akurasi Tinggi untuk Mendukung Ketersediaan Data Siap Pakai di Indonesia”.

Danang memaparkan pentingnya citra satelit beresolusi tinggi dalam mendukung berbagai sektor, seperti pemetaan, pengelolaan bencana, dan pengawasan lingkungan.

Menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan deep learning, Danang berhasil mengembangkan metode deteksi awan yang akurat dan efisien, meningkatkan akurasi pengolahan citra satelit.

Hasil riset ini telah diterapkan untuk pemetaan ruang, pemantauan hutan, serta penataan ruang dan bencana, yang telah dimanfaatkan oleh berbagai lembaga dan kementerian.

Orasi ilmiah terakhir akan disampaikan oleh Andri Hardiansyah dengan judul “Aplikasi Material Komposit Nano Graphene dalam Bidang Nanobioteknologi Kesehatan dan Lingkungan”.

Dalam orasinya, Andri memaparkan penggunaan material graphene, seperti graphene oksida dan reduced graphene oksida, yang berpotensi untuk inovasi dalam pendeteksian molekul DNA, pengantaran obat tertarget, dan rehabilitasi lingkungan.

Graphene dikenal karena sifat fisikokimia unggul dan toksisitas rendah, menjadikannya bahan ideal untuk aplikasi di bidang kesehatan dan lingkungan.

Andri berharap riset ini dapat menjadi solusi untuk tantangan kesehatan dan lingkungan di Indonesia, sesuai dengan arah Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045.

Pengukuhan gelar profesor riset BRIN merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset Indonesia.

Melalui riset-riset terdepan ini, Indonesia tidak hanya menunjukkan kemajuan dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang baru dalam teknologi yang berdampak langsung pada pembangunan berkelanjutan, inovasi industri, dan kesejahteraan masyarakat.(*)

Editor: Brp

Pos terkait