Rusli memperkirakan pembangunan polder itu bisa selesai dalam satu tahap pengerjaan. Sebab jika tidak selesai dalam satu tahun pengerjaan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Jika ini selesai dapat mengurangi dampak langsung terhadap 11.000 warga di sekitar sana yang terbagi dalam dua ring. Ring pertama terdampak 7.000 orang dan ring kedua sekitar 4.000 orang,” ungkap Rusli.
Polder itu akan dibangun dengan luas sekitar 2 Ha dengan anggaran sekitar Rp 36-40 miliar. Tanah akan digali ke sedalam 3 meter dan kedalaman air diperkirakan mencapai 5 meter.
“Dengan kedalaman ini, mampu menampung genangan air ribuan kubik air sebelum mengalir ke laut,” tutup Rusli.
Melansir laman Kemen PUPR, polder adalah bangunan sarana fisik yang meliputi saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air yang dikendalikan sebagai satu kesatuan pengelolaan.
Dengan sistem polder, lokasi rawan banjir akan dibatasi dengan jelas sehingga elevasi muka air, debit, dan volume air yang harus dikeluarkan dari sistem dapat dikendalikan.
Sistem polder disebut juga sebagai sistem drainase yang terkendali. Infrastruktur ini menjadi solusi untuk mengatasi persoalan banjir perkotaan.(*)
Editor : Ags





