medianesia.id – Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengupas sejumlah keistimewaan Syakban yang disebut-sebut sebagai Bulan Salawat.
MUI memaparkan, banyak sekali amalan yang dapat dilakukan umat Islam pada Bulan Syakban ini.
Salah satunya adalah beribadah pada Syaban dapat pula dijadikan sebagai latihan dan persiapan diri menyambut Ramadan.
Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan di mana kita dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Alasannya, menurut Sayyid Muhammad, di antara keistimewaan Syaban adalah bulan turunnya ayat ke-56 surat Al Ahzab di mana Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Selain memperbanyak membaca shalawat, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi juga menganjurkan agar kita umat Islam sesering mungkin membaca Alquran.
Memang, membaca Alquran dianjurkan setiap waktu tanpa batasan, akan tetapi, menurut Sayyid Muhammad anjuran membaca Alquran lebih ditekankan lagi pada bulan dan tempat yang mengandung keberkahan.
Seperti Ramadan dan Syaban, Kota Makkah, Raudlah, dan lain sebagainya. (Syahr Sya’ban Madza fih, hlm 10).
Dengan mengutip hadits dlaif (lemah) yang masih bisa dijadikan sandaran untuk meraih fadilah laku amal, Sayyid Muhammad menghadirkan riwayat Anas bin Malik:
“Ketika memasuki bulan Syaban, orang-orang Muslim sibuk membaktikan diri di depan mushaf dan mereka membacanya, mereka juga mengeluarkan zakat yang diberikan kepada orang-orang lemah dan miskin agar mereka mampu menjalani puasa di bulan Ramadhan.” (Syahr Sya’ban Madza fih, hlm 10)
Mudah-mudahan Allah SWT mempermudah umatnya dengan memberi hidayah taufik, serta pertolongan supaya akan didapat sebanyak mungkin bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan banyak membaca Alquran.*





